Skip to main content

Posts

Showing posts with the label filsafat

Ngaji Filsafat: Ideologi (Loise Althusser)

Ngaji Filsafat: Ideologi (Loise Althusser) Oleh FF Ideologi merupakan sebuah paradigma yang diterapkan secara "maklum" oleh masyarakat. Ideologi tidak merepresentasikan dunia nyata, ia berawal dari bayangan imajiner "orang", kemudian dirumuskan dan diterapkan pada kehidupan, apakah ada kecocokan antara dunia nyata atas pemikiran imajinernya tersebut. Jika akhirnya pemikiran itu bisa adaptif, disebarluaskan, lalu menjadi aturan dasar hidup, maka ia sudah menjadi ideologi. Intinya ideologi merupakan kesepakatan bersama dalam bermasyarakat dan menjadi asas dasar sebuah aturan atau "pemakluman" cara hidup bermasyarakat. Beda negara, beda ras ada cara hidup yang berbeda dari tempat kita tinggal. Persis dengan hegemoni, ideologi ini merupakan alat utamanya yang berakar dari basic-structure dan super-structur. Tidak mungkin individu tidak nemiliki ideologi, manusia sejak lahir secara sadar atau tidak sadar dilatih untuk menerima ideologi dimulai dari ...

Ingatan Filsafat: Hegemoni (Gramsci)

Ingatan Filsafat: Hegemoni (Antonio Gramsci)  Oleh FF Hampir satu bulan lebih saya absen dalam belajar Filsafat. Ada banyak faktor, sih, kenapa itu bisa terjadi. Dari semua tahapan proses belajar. Tahap konsistensi merupakan bagian tersulit. Semoga kita diberikan kekuatan untuk melalui tahap kejenuhan.  Okey, saya akan coba mengingat kembali apa yang saya pelajari tentang satu kata yang paling dekat dengan kita namun tidak terlihat. Ya mungkin bisa dibilang ia nomor 3-4 lebih dekat, soalnya nomor 1 Tuhan haha...  Yaitu Hegemoni. Kita sering dengar satu kata sakti itu. Pernah ga sih kita melakukan sesuatu karena orang lain juga melakukan dan kita sadar itu suatu bentuk kewajaran, yaitu common sense. Common sense ini berupa bentuk keyakinan, kepatuhan, budaya maupun tradisi sehari-hari yang kita lakukan dan maklumi. Sadar ga, kalo common sense ini merupakan bagian dari hegemoni itu sendiri, di mana ketika kita melakukan ini secara tidak sadar maupun sadar tapi d...

Ingatan Filsafat: Kemerdekaan (Tjokroaminoto)

Ingatan Filsafat: Kemerdekaan (Tjokroaminoto) Oleh FF Udah lama ga nulis lanjutan dari workshop pak faiz soal ngaji filsafat. Disebabkan banyak hal, mulai dari kondisi internal dan eksternal.  Padahal pembahasan ini tuh ya uda gw dengerin berkali-kali tapi tetep kaya ada aja kelupaannya. Jadi akan gw bahas yang kecil2nya aja. Pak Tjokroaminoto merupakan bagian dari sejarah panjang kemerdekaan Indonesia. Karna berkat beliau lahirlah tokoh-tokoh besar Indonesia, dari berbagai macam pemikiran. Beliau mendirikan sebuah organisasi Sarekat Dagang Islam yang cukup solid, meskipun diperjalanan waktu istilah "dagang" dihilangkan. Menjadi Sarekat Islam saja, atau SI. Dalam tulisan ini Pak Faiz memberikan gambaran akan Sosialisme Islam di Indonesia dari Pak Tjokroaminoto.  Sosialisme Islam itu berbeda dengan Sosialismenya Karl Marx (Barat). Karena menurut Pak Tjokroaminoto memang Islam sudah sangat Sosialisme dalam segala ajaran dan perintah Agama di dalamnya, bahkan sampai budak-budak ...

Ingatan Filsafat: Ibadah (Abdul Q.J)

Ingatan Filsafat: Ibadah (Abdul Q.J) Oleh FF Menurut Syaikh Abdul Qadir Jailani, Ilmu itu ada bermacam-macam, tepatnya 4 ilmu yang menjadi srbuah tingkatan dalam mengilhami hidup. Ilmu lahir, sesuatu yang bersifat fisik larangan dan jenis anjuran dasar ibadah dll, Ilmu Batin (Tariqoh), Ilmu Batin (Ma'rifah) dan Ilmu Batin (Hakekat). Jadi tingkatan manusia dalam berilmu dan mengilhami hidup dari Syariat sampai hakikat.  Jadi dasarnya sih ya yang hemat ku pahami dalam konsep Ibadah ini tidak cuma hanya ada pada tingkatan zahir, lahir itu hanyalah dasar namun ada juga ibadah batin di mana ibadah ini tidak cuma dilakukan 5 waktu seperti shalat tapi setiap hari. Kaya puasa ramadhan, batin pun ikut puasa dari dengki, ghibah dll tapi setiap hari tak ada batas waktu.  Momen untuk mencapai hal itu juga diperlukan usaha yang kuat dan didorong oleh keinginan dan kekuatan yang besar dari dalam diri. Tafakur ialah segala perenungan sebagai bentuk hakikat yang ia lakukan pada ti...

Ingatan Filsafat : Feminisme (Betty Fridden)

Ngaji Filsafat: FeminismeO leh FF Menurut beliau ketimpangan perempuan terhadap patriartki tidak karena laki-laki tapi juga bisa dari perempuan itu sendiri. Feminisme di sini harus ada kestabilan peran dan posisi (feminisme dan masukulin) Androgini. Penyebab perempuan malah memapankan patriartki yaitu akibat "the femine mystique", wanita dengan bayangan di rumah lebih baik hanya mengerjakan pekerjaan domestik, menganggap wanita yang masuk ke ranah laki-laki akan terlihat seperti laki-laki.Sebenarnya masih banyak tapi di sini saya cuma menyimpulkan pendapat beliau, meski saya tidak sepihak dengan pendapatnya. Anw, keknya yang bakal saya posting adalah filsafat yang sangat melekat terhadap diri sendiri. Jadi mager nulis, hoho... Apalagi pendapat beliau yang menyatakan jika IRT yang emang senang dengan pekerjaan rumah ia tidak merasakan hidup dengan keutuhan hidup.  ya begitula, setuju atau tidak yang penting gayeng... terimakasih. 

Ingatan Filsafat : Neoplatonisme

Ingatan Filsafat : Neoplatonisme oleh: FF Neoplatonisme merupakan kelanjutan pikiran yang akarnya berasal dari Plato. Meskipun begitu Neoplatonisme sebenarnya diangkat dari nama pemikir Plontinus, namun beliau tidak mau membedakan pikirannya dari Plato karena menurutnya ini berakar dari beliao. Pemikiran ini sarat akan Panteisme yaitu bahwa alam adalah kesatuan dari Tuhan, kita berada di dalam Tuhan tidak terpisah namun satu. Tapi tidak bisa dilihat dari sisi sana saja, harus ditinjau dengan lengkap dengan pikiran utama bahwa Tuhan itu satu. Tuhan meng-emanasi keberadaannya (tajali) menjadi materi (matter). Jika ditinjau dari situ, pikiran ini mendukung dari Plato yang memisahkan antara matter dan idea. Apa itu emanasi? Yaitu limpahan keberadaan Tuhan sehingga menjadi nous (nur muhammad), kemudian mengembang jadi world soul di sana ada alam semesta planet-planet alam yang berada dalam kesatuan yang sama, lalu ketika hadir manusia hadir lah indvidual soul di mana ini menjadi citra Tuhan...

Ingatan Filsafat: Stoikisme

Ingatan Filsafat: Stoikismel Oeh FF Stoik pertama kali mendengar dari buku garapan Manurung (kalo ga salah) pada kehidupan sehari-hari. Tentu mendengar Stoikisme ini lalu terbesit kalau isme yang satu ini, apakah menjadi trend dan cocok untuk kehidupan saat ini? Setelah saya belajar dari Pak Faiz megenai Etika dari Stoikisme memang cukup relevan. Terutama milenial yang sangat rentan terkena anxiety, insecure dan sebangsanya.  Menurut ringkas saya mengenai Stoik pada dasarnya berawal dari pemahaman bila hidup ini kita sudah diatur Tuhan dengan segala apa yang teerjadi. Kita hanyalah aktor dengan Sutradara Tuhan, kita berada pada suatu medium besar dan diri kita hanyalah bagian kecil dari itu. Lebih mengarah pada Pantheime, di mana kita berada d dalam Tuhan dengan segala yang ada di alam semesta makanya kita harus selalu menghargai alam dll.  Pada hal tersebut terangkum jika manusia tidak bisa mengubah sesuatu yang di luar jangkauan kita. Kita hanya bisa berupaya sebaik mungkin ...

Ingatan Filsafat : Epikurisme (Kebahagiaan)

Ingatan Filsafat: Epikurisme (Kebahagian) oleh: FF Epikurus seseorang yang hidup sezaman dengan aristoteles dan plato. Pemikiran Epikurus terkait dengan kebahagiaan dan keinginan hidup cukup.  Pemikiran epikurisme di barat indikasinya negatif. Namun Epikurisme sebenarnya baik. Ia mirip budaya hippis di Amerika.  Pada sejatinya kesenangan merupakantujuan hidup kaum epikurian. Sebab kita dilahirkan di dunia untuk bahagia.  Kebijaksanaan epikurian ialah kenikmatan ketika ada kenikmatan, maka hidup akan selalu tenteram dai awal sampai akhir,. Kenikmatan di sini juga harus dibuat merasa cukup bukan impulsif. Epikurus juga menjalani hidup untuk kenikmatan dengan melepas segala yang menjadikannya beban pikiran untuk jangka panjang. Jenis kesenangan itu ada dua kinestetik (rasa senang, nyaman dan enak), dan kesenangan statis (tenang puas, dan self assured). Keinginan juga harus ditata ada tiga bentuk keinginan yang mesti ditata untuk prioritas.  Ada Natural-Neccesary (Makana...

Ngaji Filsafat: Sophis

Ngaji Filsafat: Sophis Oleh:FF  Sophis adalah kaum dari masyarakat Yunani yang memiliki keahlian dalam beretorika/tautologis dari bahasa akademis. Kaum Sophis ini pintar bermain dengan logika dan tidak memperdulikan kebenaran absolut. Sebab menurut mereka kebenaran itu selalu bersifat mbulet. Kebenaran mbulet itu  maksudnya, bahwa sesungguhnya kebenaran itu diukur dari kapasitas manusianya. Menurut salah satu kaum Sophis, Gorgios kebenaran di dunia ini tidak ada yang absolut, tidak ada yang berdiri sendiri. Semua kebenaran hanyalah sekumpulan pengetahuan yang dimiliki manusia sesuai kadarnya. Misalnya ada benda kacamata, kacamata itu enggak ada. Adanya plastik/bahan materialnya, kemudian plastik juga ga ada dia dari campuran kimia dari pabrik dst. Pada akhirnya kebenaran pandangan Sophis ini ialah relativisme.  Orang-orang Sophis juga memiliki tipikal sikap egoisme. Mereka percaya hidup yang alamiah ialah hidup yang mementingkan dirinya sendiri. Karena tiap argumen atau k...

Ingatan Filsafat: Cinta (Jalaluddin Rumi)

  Ingatan Filsafat: Cinta (Jalaluddin Rumi)  Oleh: FF Rumi adalah salah satu tokoh favorit saya. Ia menjadi salah satu manifestasi perubahan pemikiran saya akan cinta, bahkan dalam memandang cinta ke semua orang. Tapi untuk ini saya hanya ingin pendek pembahasan saja. Manusia mayoritas banyak memandang bentuk material adalah segala dari inti hidup di muka bumi ini. Padahal itu hanyalah kulit, di mana di dalamnya terdapat ribuan mutiara yang perlu kita singkap kemudian semakin dekat kepada-Nya. Apa yang kita inderai itu hanyalah sifat lahirian namun di dalamnya terdapat sifat-sifat Ketuhanan yang mengejawantahkan. Di dalamnya adalah sebongkah emas namun luarnya adalah sebongkah batu.  Di dalam manusia ada semesta besar yang perlu selalu kita telusuri dan alami. Sebab bahi Rumi pengalaman lebih berharga dari banyaknya ilmu pengetahuan yang diketahui. Sebab dari pengalaman merupakan penyatuan dari pengetahuan dan kesakitan penderitaan dalam menggapainya. Semuanya hanya untuk...

Ingatan Filsafat: Cinta (Eric Fromm)

Ingatan Filsafat: Cinta (Eric Fromm) Oleh: FF Cinta dalam dunia barat penuh dengan unsur logika dan obyektivitas. Begitu dikatakan Fromm, bahwa cinta bukanlah sebuah keadaan subyektif di mana orang yang mengalaminya penuh hasrat untuk dicintai. Namun cinta adalah seni yang perlu dilatih, dipupuk, dan dikembangkan demi eksistensial masing-masing individu. Orientasi Cinta orang modern menurut Fromm ada 4: Reseptif, Eksploitatif, Menimbun, dan Pasar. Reseptif, mengacu pada kondisi di mana seseorang menunggu dan mengharapkan momen mendapatkan obyek yang dicintainya. Ia selalu fokus pada orang yang dicintainya, membahagiakan, istilahnya budak cinta. Tapi sama sekali dia tidak kenal dirinya. Eksploitatif, sikap ini berfokus pada pemanfaatan apa yang dicintainya, dikuras dan pemilih apa yang perlu dicintainya saja, sikap ini sangat dekat dengan erotisme di mana cinta ini berfokus pada hal-hal material. Jika hal yang dicintainya sudah berkurang maka berkuranglah cinta dia terhadap obyek terseb...

Ingatan Buku: Belanja Sampai Mati

Ingatan Buku: Belanja Sampai Mati Oleh: Alissa Quart Buku ini sebagai terusan dari kutipan Fromm yang pernah saya baca. Di mana manusia abad ini lebih suka tendensi dicintai daripada mencintai. Yaitu cenderung dengan mengkonsumsi apapun. Pada sejatinya manusia memang makhluk konsumsi, karena dari tubuhnya dia tidak bisa menciptakan apa-apa, hanya membuat dari benda sekitarnya dan menggunakannya. Belanja sampai mati juga cocok bagi ingin hidup minimalia. Cenderung konsumsi manusia lebih besar daripada mencintai dan berbuat produktif. Eksistensialisme manusia abad ini lebih suka melekatkan pada merek-merek tertentu untuk menunjukkan jati dirinya.  Tau kah kalian bila way of life kita saat ini diarahkan untuk selalu mengkonsumsi? Saat sekolah, gaya hidup, makan, minum, bahkan ke dokter? Sekolah kita tunduk pada merek-merek nama kampus dimana itu menjadi gengsi pada sebuah masyarakat. Misal kampus A terkenal, semua orang berlomba-lomba untuk masuk ke kampus tersebut. Bukan untuk pintar...

Ingatan Filsafat: Cinta (Platonic Love)

Ingatan Filsafat: Cinta (Platonic Love) Oleh: FF Maafkan saya karena telah lama absen untuk menulis hasil ingatan belajar filsafat ini. Bagian penting, kemudian menjadi salah satu alasan kenapa selalu membaca buku ialah misteri cinta. Membaca dan belajar sedikit tentang Plato membuat diri ini seperti menaiki bianglala, naik-turun. Sebenernya ada yang tau ga sih Cinta pada definisi itu apa? Kalo kata Gibran ketika kau ucapkan itu kau malah semakin meleleh. Begitu juga Eric Fromm mengatakan cinta itu tidak bisa dijelaskan oleh teori akal manusia secara definisi akar. Sebab hal ini adalah pengalaman subyektif manusia. Anehnya semakin manusia menjelaskan cinta, maka semakin tidak masuk akal dan melesat dari definisi cinta itu sendiri. Ra mashok blas! Akan tetapi Fromm mengatakan meski cinta tidak bisa dijelaskan, tetapi gejala-gejala yang hadir pada manusia yang jatuh cinta itu dapat diprediksi. Ya begitulah anehnya cinta, abstrak tapi semua orang suka. Oke tadi pengantar dikit, Plato meng...

Ngaji Filsafat: Semiotika (Charles Pierce)

Ngaji Filsafat: Semiotika (Charles Pierce) Oleh: FF Kebenaran menurut beliau sangat komplek di dunia ini. Tidak bisa dijeniskan pada induksi atau deduksi. Charles membuat kemungkinan Abduksi sebagai sebuah pilihan kebenaran yang pragmatis dan simplicity. Kebenaran pun terbagi dua transendental dan kompleks. Di mana transendental bersifat melekat pada obyek sedangkan complex melalui argumen2 yang nanti akan terbagi kembali. Seorang filsuf dalam tahapannya harus memiliki curiousity yang mendalam. Pada titik doubt ia akan terus bertanya dan mengelola kembali dengan rangkaian pikiriannya sendiri. Kalau sudah bertemu dengan ilmu yang dimaksud itu dinamakan moment of eureka. Seperti "Oalah gitu toh, ah iya akhirnya paham". Itu yang membuat ilmu menjadi lebih nikmat. Tentang semiotika ini akhirnya mempengaruhi dalam telaahnya soal pragmatisme kebenaran. Saya sebut di sini ada trikometri simbol. Qualisign, Sigsign, dan Legisign. Representamen, obyek dan intrepretan kurang lebih sama ...

Ngaji Filsafat: Semiotika (Ferdinand De Saussure)

Ngaji Filsafat: Semiotika (Ferdinand De Saussure) Oleh: FF Masih dalam ingatan saya mencoba membaca buku ilmu semiotika pada semester awal yang terbilang pada zamannya bacaan berat, tapi rasa penasaran saya akan sebuah makna dalam setiap simbol sangat kencang. Yah, meskipun saya juga pada akhirnya gagal paham juga haha.. Tapi seiring berlalu yang namanya bacaan dan tugas kuliah yang selalu terus-terusan jadi sedikit paham. Ferdinand de Saussure menolak adanya pembahasan soal bahasa budaya dulu pada konteks sekarang. Sebab sudah tidak relevan dan kurang memberikan sumbangsih secara langsung pada budaya saat ini. Bahasa itu bersifat strukturalisme, sebab dalam bahasa itu sifatnya turun temurun, arbiter dan simbolis sesuai obyek realitanya.  Saya iuga baru menyadari bahwa semiotika itu juga ada beragam tipe sesuai dengan kondisi yang ada. Misalnya Semiotika deskriptif seperti layaknya lampu merah, simbol-simbol tersebut ada beserta arti untuk kebutuhan tata tertib lalu lintas. Kemudia...

Ingatan Filsafat: Insan Kamil 2 (Ibnu Arabi)

Ingatan Filsafat: Insan Kamil 2 (Ibnu Arabi) Oleh: FF Sekian lama WFH membuat banyak godaan untuk lanjut belajar dan membaca (pada dasarnya saya pemalas). Membahas tentang Insan Kamil namun ini merupakan versi Ibnu Arabi, saya juga tidak paham apa yang membuat ini terjadi perbedaan namun dengan filosofi yang sama pada Insan Kamil versi Iqbal. Oh iya ini versi lebih tuanya, sebab duluan ini daripada Iqbal. Perbedaan yang paling kentara ialah tentang eksistensialisme Ibnu Arabi yang memang kental akan kebebasan atas nafsu dan pelepasan atribut akan duniawi, sedangkan Iqbal seperti ingatan saya sebelumnya. Justru kebebasan atas dunia ini Insan Kamil harus mengurusi dunia juga, jadi imbang. Btw Iqbal juga terpengaruh oleh Nietzsche jadi kaya bersi Syariah.  Namun saya tidak akan membahas kenapa berbeda, justru menurut saya perbedaan ini yang menjadikan kaya. Lagi pula pada intinya itu sama. Insan Kamil di sini seperti manusia ialah sebagai khilafah, tahapan teratas dalam fa...

Ingatan Filsafat: Raushan Fikr (Ali Shariati)

Ingatan Filsafat: Raushan Fikr (Ali Shariati) Oleh: FF Melanjutkan pembahasan tentang manusia ideal atau di Islam sebagai manusia sempurna disebut Khalifah. Pada proses menuju ke sana, kemarin sudah membahas tentang manusia insan kamil, sekarang ingatan masuk ke dalam pemikiran Ali Shariati yang sama kentalnya bernuansa eksistensialisme, yaitu Raushan Fikr. Pada dasarnya terdapat kesamaan-kesamaan pondasi berangkat dari manusia. Manusia ideal itu terdiri dari kebajikan, keindahan, dan kebenaran. Hal ini berkaitan tentang hubungan sikap manusia atas seni, etika, dan pengetahuan. Ini berdampak pada sudut pandang hidup manusia atas kesadarannya di mana kesadaran-kesadaran ini pondasinya berasal dari peradaban dan kebudayaan. Perbedaannya adalah Peradaban merupakan suatu perilaku, kebudayaan merupakan sebuah cara pandang masyarakat yang me-hegemoni. Kenapa menjadi dasar? Pola kita hidup bagaimana rasa sakit, senang, bahagia, sedih, kecewa muncul ada hubungan dengan intensitas r...

Ingatan Filsafat: Insan Kamil (Iqbal)

Ingatan Filsafat: Insan Kamil (Iqbal) Oleh: FF Saya menemukan definisi cinta (Isyq) dalam catatan ego Muhammad Iqbal. Di mana ia yang mampu meresap segala atensi realitas terhadap egonya yang sifatnya tumbuh/evolutif. Berbanding terbalik dengan istilah Sawal. Di mana manusia tersebut meleburkan egonya dan bergabung pada kerumunan masyarakat sehingga menghancurkan becoming  atau jati diri yang asli.  Biasanya orang sawal merupakan tipe yang maunya diatur dan tidak percaya diri, istilahnya keterbalikan atas ego yang dijelaskan Iqbal. Ego sendiri menurut Iqbal merupakan kesendirian yang esensial, sebuah pancaran semesta subyektif yang melingkar pada diri sendiri. Ego biasanya bersifat kreatif dan menyendiri, ia tidak bisa ditiru orang lain. Sedih karena apa hanya kita yang pahami, bahagia karena apa ya kita yang pahami. Pada Iqbal ada istilah Khudi dan Khuda. Khudi ialah ego yang tanpa batas bersifat potensi-potensi untuk terus mengembangkan khuda (ego kecil), dan khuda (ego besa...

Ingatan Filsafat: Kharisma (Max Webber)

Ingatan Filsafat: Kharisma (Max Webber) Oleh: FF Mengingat kembali seorang ahli sosiologi yang disebut buku-buku semasa sekolah. Hal ini mengingatkan kembali kenangan bahkan saya baru memahami maksud-maksud tentang buku pelajaran jaman dulu. Duh otak saya yang telat nyampe apa emang sistem pemahaman belajar di masa sekolah yang hanya tekstual dan menjawab soal pelajaran? Dalam ingatan ini Max Webber mengingat bahwa tindakan sosial itu suatu aktivitas mempengaruhi orang lain atau tujuan manusia itu sendiri atas masyarakatnya. Sosiologi masyarakat semakin bergerak ia semakin rasional, makanya oleh sebab itu tatanan sosial berubah setiap waktu. Dari yang tradisional, dan konservatif. Menuju arah liberal modern dan rasional. Hal ini Ibn Bathuta pernah bilanh dalam teori sosiologi nya bahwa peradaban atau imperium bergerak secara elipsis dengan substantif yang sama namun dengan pola bentuk yang berbeda. Hal itu juga yang disebut dalam hukum fisika kekekalan energi. Hidup rasional tida serta...

Ingatan Filsafat: Ubermasch (Nietzsche)

Ingatan Filsafat: Ubermasch (Nietzsche) Oleh: FF Merekam jejak seorang Nietzsche lagi seperti mengingat dan merontokkan segala intertekstualitas demi pelebaran rasionalisme. Kisah beliau dewasa begitu miris dengan patah hati yang luar biasa hingga terjebak dalam pikirannya, kemudian menjadi gila. Memang pemikiran beliau begitu radikal dan fenomenal namun ia berani menghadapi sebuah realitas baru dengan pemaknaan baru. Beliau pula yang membuka dunia post-modern, berbicara akan sebuah kebenaran. Beliau mencetuskan bagaimana nilai moralitas dan kebenaran hanyalah sebuah institusi sosial untuk menjadikan masyarakat budak. Semua masyarakat jadi kepingin di atur, beliau juga mengkritisi Agama yang akan melahirkan mentalitas budak. Benar di sini mungkin berbeda benar di daerah lain, karena etika dan etiket suatu daerah itu plural. Aturan nilai kebenaran juga dibentuk oleh orang-orang yang berkuasa dan ingin terus tetap menguasai. Bahkan menurut beliau orang yang setia kawan ial...