Dua palung bergejolak di tengah riak panas dunia. Apakah kefanaan ini adalah duri dalam ingatan? Sedang jarak masih membentang. Apakah udara timur dan barat masih bisa menghangatkan? Tidak ada yang tau pasti, karena kefanaan masih jadi perjalanan tanpa tepi.
Jika jarak, waktu, rindu bertumpuk jadi satu. Teruntuk Tuhan dan ciptaannya, tak dapat dirasa oleh mata dan diraba oleh sentuhan. Maka jemarilah yang bertindak mewakili isi hati.