Skip to main content

Posts

Showing posts with the label buku

Ingatan Buku: How to Respect Myself

Ingatan Buku: How to Respect Myself Oleh Yoon Hong Gyun Buku ini merupakan buku improvement diri yang saya suka. Ga heran kalau buku ini laris di pasaran Korea Selatan, atau mungkin karena masyarakat Korea banyak yang mengalami krisis diri. Perihal krisis jati diri tidaklah mudah di era modern ini, semua serba cepat, mandiri, egois dan kebutuhan tersier yang semakin variatif seolah-olah kita menjadi masuk ke dalam kebutuhan primer, seperti pulsa, netflix, Spotify, YouTube premium dll. Sebab perasaan yang semakin individual inilah yang membuat manusia mengalami konsekuensi diri, seperti kesepian, overthinking dan sebagainya. Jadi perihal perasaan seperti ini mempengaruhi pola pikir, sikap dan prinsip manusia selama menjadi tua atau lebih dewasa. Menurut saya, orang kota yang lebih banyak mengalami fenomena seperti ini. Nah, kenapa saya bilang bagus? Karena buku ini banyak mengutip, memetakan permasalahan diri secara terkini. Sehingga saya sebagai pembaca merasa relate dan de...

Ingatan Buku: Bukan Sekadar Cinta

Ingatan Buku: Bukan Sekadar Cinta Oleh Fine Phillip Pada tahap selanjutnya buku ini aku rangkum secara sederhana. Saat ini aku menjadi pengantar makanan, alih-alih butuh uang tetapi lebih banyak ku habiskan waktu sendirian untuk membaca buku. Apalagi dengan berkeliling keluar rumah membuat diriku tidak terjebak dalam ruangan kamar. Aku yakin, jika hidup aku seperti film besutan pixar "Toy Story" mereka para barang-barang mungkin sudah bosan melihat aktivitas pekerjaan dan peletakan barang aku yang tidak ada variasinya. Okey, kembali pada bacaan buku.  Seminggu aku membaca buku ini seperti melihat buku harian seorang perempuan kota yang sibuk menafsir-nafsir mimpi serta sekaligus menjalani hidup realita tanpa kompromi.  Fina membawa buku ini terasa ringan sehingga tiap tulisan bisa membuat kita paham apa yang kita lihat di kehidupan fina saat itu. Terlebih lagi dengan layout dan ilustrasi keren sehingga buku ini cocok di capture, untuk sekadar dijadikan story di me...

Ingatan Buku: Laki-laki Memang Tidak Menangis Tapi Hatinya Berdarah, Dik

Ingatan Buku: Laki-laki Memang Tidak Menangis Tapi Hatinya Berdarah, Dik Oleh Rusdi Mathari Saya kenal buku beliau dari sebuah tulisan di mojok.co kemudian ke buku "Pintar saja tak punya, apalagi bodoh". Sebelum akhirnya beliau sudah selesai dengan kerlap kerlip dunia. Buku terakhir almarhum ini, menjadi sebuah penutup tulisan tentang afeksi perasaan seorang laki-laki, betapa melankolinya beliau terhadap perempuan dan lingkungan sekitar. Melalui visual, pandangan mata kemudian ia berkontemplasi pada setiap perasaan yang terjadi. Saya pernah merasakan ritme itu, seakan semesta memeluk diri, berirama pada ingatan masa kemudian menari-nari di dalam imaji. Aku paham tulisan yang mengantarkan pada metafora-metafora seakan menjadi "lebay", namun berbeda pada buku ini, justru di dalamnya penuh kesederhanaan, dan keromantisan. Apa itu "Alay"? seolah tiap kata-kata buku ini membawa saya kembali pada setiap bayangan gambar diri.  Itulah gambaran sisi fem...

Ingatan Buku:...oh film

Ingatan Buku:...oh film Oleh Misbach Yusra Biran Buku selanjutnya kembali ke kolam jati diri saya pada dunia filem. Sebenarnya buku ini sudah saya beli bertahun-tahun lalu lamanya itu juga karena obral diskon gramedia saat di Jogja/pameran buku. Entah kenapa saya aelalu abstain untuk membaca buku ini. Baru saat inilah saya mengumpulkan niat untuk membaca semua buku yang tidak pernah saya sentuh sebelumnya. Demi apa? Ya agar bisa membeli buku baru lagi. Saya kira sebelumnya buku ini merupakan jarya non-fiksi yang berisi teori-teori praksis dan taktis dalam dunia perfileman. Tapi ternyata isinya berupa cerpen-cerpen fiksi yang kerap terjadj di dalam dunia perfileman Indonesia, tentang fenomena pengkaryaan hingga balada kisah asam, manis, pahit orang-orang di dalam dunia perfileman nasional.  Setelah saya membaca buku ini terasa ada kedekatan emosional, mungkin karena saya juga pernah terjun dalam dunia tersebut meskipun masih skala dunia kampus. Menurut hemat saya, buku i...

Ingatan buku: Lingkar Tanah Lingkar Air

Ingatan Buku: Lingkar Tanah Lingkar Air Oleh Ahmad Tohari Di antara kesibukan yang tidak jelas, masih saja saya selesaikan berbagai bacaan buku. Meski semangat menipis tidak seperti tahun-tahun lalu. Ada kegamangan ketika membaca, namun tidak ada di kolam yang tepat. Untuk apa saya baca? Jika tidak ada nilai praksis dan berbagi pada yang sehobi? Meski disini mengobati juga sih, semoga berarti. Jarang saya membaca buku fiksi, bukan karena sok atau apa. Tapi saya minim referensi. Selagi ini, saya baca saja buku-buku yang tidak pernah saya buka dari zaman kuliah. Oh ya, ternyata buku ini sangat keren dengan gaya penceritaan yang sederhana. Amat, nama tokoh utamanya. Kita diajak mengenal situasi di mana Indonesia belum merdeka dan sesudahnya. Tapi dari perspektif orang pesantren yang sama-sama ingin merdeka, seperti orang-orang republik (politik). Amat menjadi gambaran penting bagaimana kelompok atau organisasi tidak serta merta menenggelamkan semua pribadi manusianya dalam sat...

Ingatan Buku: Kamus Para Pecinta

Ingatan Buku: Kamus Para Pecinta Oleh: Nizar Qabbani Membaca buku puisi seperti menerka dan mendalami lautan jiwa seorang penulis tersebut terhadap refleksi kehidupan mereka. Nizar Qabbani membawa saya untuk mempersonifikasikan perempuan serta tubuh-tubuh perempuan menjadi sebuah ekstase keindahan semesta, apalagi dalam perihal cinta. Wanita memang menjadi sebuah estetika hidup sendiri bagi laki-laki ia mungkin rangkuman rohman-rahim yang dapat disentuh dan dilihat. Nizar Qabbani membuat puisi ini sampai bagian-bagian alat vital namun tidak terkesan mesum. Kurangnya dari buku ini ialah terjemahannya yang sangat kaku dan terkesan mengurangi nilai orisinalitas puisi qabbani itu sendiri Terima kasih.

Ingatan Buku: Jangan Main-main dengan Kelaminmu

Ingatan Buku: Jangan Main-main dengan Kelaminmu Oleh Djenar Maesa Ayu Sebelumnya terimakasih untuk salah satu orang yang udah mau meminjamkan buku ini, atas nama apapun. Aku baru saja bertemu dengan dunia Ayu. Pada buku yang cukup lama ini, aku penasaran bagaimana sebuah cerita dewasa katanya bisa bikin kita secara individu mendalami tiap makna pesan ceritanya. Saya tentu tidak jago untuk meresensi buku secara bagus. Setidaknya tulisan ini menjadi sebuah catatan bagi diri sendiri sebagai pengingat bahwa saya telah membaca buku ini sampai habis. Buku dengan judul panjang ini merupakan kumpulan cerpen cerita dewasa dari Maessa Ayu. Tidak seperti cerita stensilan yang bertebaran di Internet. Buku ini setelah saya baca-baca lebih dari itu. Afeksi yang saya rasakan adalah bagaimana cerita dewasa ini mampu mengupas sisi realitas kehidupan yang sangat tabu, kemudian ditambahi sisi ironi kita sebagai manusia. Ada hal relate di dalamnya.. Pertama kaya rasa horni tapi ketahan karena ...

Ingatan Buku: Belanja Sampai Mati

Ingatan Buku: Belanja Sampai Mati Oleh: Alissa Quart Buku ini sebagai terusan dari kutipan Fromm yang pernah saya baca. Di mana manusia abad ini lebih suka tendensi dicintai daripada mencintai. Yaitu cenderung dengan mengkonsumsi apapun. Pada sejatinya manusia memang makhluk konsumsi, karena dari tubuhnya dia tidak bisa menciptakan apa-apa, hanya membuat dari benda sekitarnya dan menggunakannya. Belanja sampai mati juga cocok bagi ingin hidup minimalia. Cenderung konsumsi manusia lebih besar daripada mencintai dan berbuat produktif. Eksistensialisme manusia abad ini lebih suka melekatkan pada merek-merek tertentu untuk menunjukkan jati dirinya.  Tau kah kalian bila way of life kita saat ini diarahkan untuk selalu mengkonsumsi? Saat sekolah, gaya hidup, makan, minum, bahkan ke dokter? Sekolah kita tunduk pada merek-merek nama kampus dimana itu menjadi gengsi pada sebuah masyarakat. Misal kampus A terkenal, semua orang berlomba-lomba untuk masuk ke kampus tersebut. Bukan untuk pintar...

Ingatan Buku: Estetika Paradoks

Ingatan Buku: Estetika Paradoks Penulis: Jakob Sumardjo Oleh: HSA Buku ini bercerita tentang estetika Indonesia Pra-Modern tentang suatu gambaran pengetahuan kesenian nenek moyang akan makna dan eksistensi. Berangkat dari keresahan akan seni tradisi zaman dulu yang menurut kaum modern gerakannya tidak keren kaku dan penuh mistisme. Namun di buku ini diulas bagaimana seni primodial Indonesia zaman dahulu begitu prinsipil dan sarat makna akan nilai Spiritual. Bahkan lebih spiritual dari karya-karya masyarakat modern, karena kehilangan kedalaman, perspektif baru, dan hidup yang baru. Jadi ingat dalam kutipan buku ini bahwa hidup itu harus menyatu dan melahirkan hidup baru dari dua kehidupan. Manusia sejatinya adalah makhluk konsumsi bukan produksi (dalam konotasi esensi). Manusia tidak bisa lepas dari alam, makan dari alam, minum dan sebagainya. Jika alam mati, manusia mati, maka bisa dibilang Alam lebih tua dari manusia itu sendiri. Masyarakat Indonesia zaman dulu bahk...

Ingatan Buku: Homo Deus

Ingatan Buku: Homo Deus Oleh: Yuval Noah Harari Berawal dari rasa penasaran karena buku ini sedang berada di puncak viral. Tapi ternyata buku ini viral dengan judul "Sapiens" dan ini adalah buku kelanjutannya. Homo Deus berbicara tentang kelanjutan evolusi manusia dari Sapiens ke Homo Deus di mana Humanisme liberal yang sedang mahsyur harus perlahan luntur dengan kemajuan teknologi. Manusia sudah dikuasai oleh Dataisme dan teknologi macam AI dalam percepatan industri atau kemudahan aktivitas manusia. Homo Deus berisi prediksi atau paparan ilmiah 50 tahun kedepan yang perlahan melunturkan era Humanisme. Dulu Humanisme menggantikan ortodoksi Agama (Barat) karena lebih fokus membicarakan akherat dan Tuhan daripada manusia itu sendiri.  Yuval memang seorang Atheis dengan bahasan yang begiru rasionalis dalam memaparkan wacana, terutama Agama. Menurut beliau dalam pemahaman manusia ada obyektif, subyektif dan ada satu lagi inter-subyektif. Inter-subyektif ini mer...

Ingatan Buku: Iblis Menggugat Tuhan

Ingatan Buku: Iblis Menggugat Tuhan Oleh: Shawni Mungkin akan banyak orang bertanya-tanya tentang judul buku ini yang keliatannya sedikit nakal. Ditambah dengan nama alias Shawni penulis dari luar  yang tidak tahu identitas aslinya. Apalagi dipakai rujukan Kutipan-kutipan Ayat Suci dari Islam, Nasrani Yahudi, malah ada Zoroaster. Meskipun begitu, setelah saya membaca dengan penuh rasa penasaran, ternyata tulisan ini begitu Islami dan bernuansa tasawuf nya. Walaupun menurut hemat saya membaca buku ini haruslah sudah dibekali bacaan lain di mana pondasi-pondasi keyakinan semakin jelas. Buku ini seperti cerita hikayat dalam nuansa cerita Nabi-nabi. Nabi yang sering dinotice dalam buku ini ialah Yusuf, Isa, Musa, dan Ibrahim, ada juga sih yang sedikit dinotice yaitu Samuel. Kisah di dalam buku ini secara garis besar tergambar pertemuan Buhairah dengan Iblis yang berkostum ala sufi darwis, kemudian cerita selanjutnya bercerita prekuel Kenabian Muhammad, yaitu Bagaimana Ab...

Ingatan Buku: The Art of Living (To Be)

Ingatan Buku: The Art of Living (To Be) Oleh: Eric Fromm Hidup antara memiliki dan menjadi, Menjadi kelanjutan dalam memahami eksistensi psikologi pasca freud. Fromm lagi-lagi menjadi penyegar bagi saya saat sebelumnya membahas filsafat cinta dan matriarki. Apa sih hidup memiliki dan menjadi itu? Jujur, kebanyakan manusia mengalami alineasi usai ia beranjak dari sekolah, bisa di mulai akhir kuliah dan masuk fase bekerja dalam dunia industri. Begitupun akhir-akhir ini yang saya rasakan. Bagaimana manusia mulai bosan, sepi dan tiada gairah dalam melakukan apapun kecuali menjadi instrumen pekerjaannya. Melawan akhir pekan adalah pekerjaan menunggu untuk bekerja yang di dalamnya berisi konsumsi-konsumsi dengan dalih kebahagiaan dan kesenangan diri. Bertemu teman pun hanya menjadi upaya perayaan kesepian bersama itu pun hanya kamuflase. Alih-alih berkumpul, malah bermain gawai masing-masing. Ya, kita sudah hidup di fase 4.0 di mana kemajuan industri begitu pesat, sebuah per...

Ingatan Buku: Kelakuan Orang Kaya

Ingatan Buku: Kelakuan Orang Kaya Oleh: Puthut Ea Yey buku pertama tahun 2020, Buku ini sebenarnya sudah saya lirik sejak lama tapi baru awal tahun ini kesampaian baca buku beliau. Buku ini berisi sekumpulan cerpen yang cerdik, lihai, lucu, dan ironi. Cukup seminggu saya digelitiki oleh tiap ceritanya, tulisannya begitu padat ringkas dan mudah dipahami. Hal yang lebih mengenakannya buku ini benar-benar menampar diri saya sebagai manusia. Secara penuh buku ini berisi tentang kontrmplasi diri atas memandang sesuatu di luar diri kita, berpikir filosofis dan menarik kita untuk melihat definisi bijak secara sederhana. Terimakasih.

Ingatan Buku: Helen dan Sukanta

Ingatan Buku: Helen dan Sukanta Penulis: Pidi Baiq Telah lama saya tidak berlibur dan mengunjungi dimensi fiksi dari orang lain, atau bisa disebut Novel. Kali ini saya sangat terhibur hatinya oleh seseorang yang berjasa mengantarkan saya mencintai buku, ialah Pidi Baiq. Panggilannya Ayah Surayah, tulisan beliau saya akui seperti curhatan penulis-penulis diary, singkat, padat dan dinamis. Dalam kedinamisan nya saya merasakan sebuah nuansa dan gerbang lebar untuk masuk ke dalam dunia tulisannya, kemudian perlahan aku dapat berempati. Sebut saja Drunken Mama, Drunken Master, Dilan Series. Buku-buku beliau mengantarkan saya pada dimensi dirinya yang lain. Hal ini kemudian saya hormati dengan membeli kembali buku terbaru nya yang berjudul Helen dan Sukanta. Meski saya tahu tidak sedikit yang tidak menyukai gaya tulisan beliau dengan nada "tidak begitu sastrajendrik". Oke, saya akan bercerita bagaimana buku ini membuat saya memasuki dimensi lain. Di mana kesenangan, ...

Review Buku : Identitas dan Kenikmatan (Politik Budaya Layar Indonesia)

Review Buku : Identitas dan Kenikmatan (Politik Budaya Layar Indonesia) Oleh: Ariel Heriyanto Buku ini lebih tepatnya mengarah pada sosial budaya, bukan pada sinema teknis atau layar dalam konotasi perfilman. Kata-kata baku membuat saya agak alot mencerna beberapa istilah namun disisi lain (semoga) sedikit memahami kronologis budaya layar atas dampak perjalanan politik sejarah Indonesia. Maka untuk mencoba mengingat kembali saya hanya menulis garis-garis besar pokok pikiran di dalam buku tersebut, meskipun tidak lengkap/dalam banget. Buku ini mencoba menjelaskan hiruk pikuk yang terjadi dalam dunia layar mengenai budaya dan pelaku di dalamnya, lebih menyoroti budaya politik seperti pemilu dan fenomena budaya (larangan jilbab) hingga tragedi, seperti kasus 1965 komunisme, rasial tionghoa di dalam layar, Islamisme dan Post Islamisme, dan ya buku ini juga membahas wanah Asianisasi alias KPOP dan perbedaan antara wabah hiburan dari Barat dan Timur. Hal yang saya sedikit ...

Review Buku: Laki-laki yang Tidak Berhenti Menangis (Rusdi Mathari)

Review Buku: Laki-laki yang Tidak Berhenti Menangis (Rusdi Mathari) Oleh: HSA Kian selesai dengan buku sebelumnya, kemudian tenggelam dalam hikmah rangkuman kisah-kisah Islami oleh Almarhum Rusdi Mathari. Semoga Almarhum diberi tempat yang terbaik di sisi-Nya dan pahala atas buku ini selalu mengalir untuknya, Al-fatihah. Saya tertarik dengan siasat tasawuf dari kisah-kisah belio, buku sebelumnya (Merasa Pintar Bodoh saja Tidak Punya) menggambarkan jelas tentang refleksi berIslam hari ini yang lebih luwes dan signifikan. Garis besar yang saya dapat ialah bagaimana beragama dengan reflektif ke dalam, melalui kisah-kisah Nabi para Sahabat serta riwayat hadis. Bagaimana kesombongan Azazil menjadikan ia Iblis, bagaimana toleransi Agama sangat dikedepankan pada ras atau umat golongan lain. Sebab yang palibg diutamakan adalah keharmonisan antar manusia. Ada juga bagaimana manusia menghormati tetangga, WS RENDRA berkata "Jangan pernah mengaku kaya jika tetangga Anda masih ...