Skip to main content

Posts

Ingatan Film: Odyssey (2026)

Ingatan Film: Odyssey (2026) Ingatan Film: Odyssey Dir. Nolan Akhirnya baca film juga, meskipun sudah gagap membaca dunia film. Apapun itu. Saat ini hanyalah kacamata saya sebagai penikmat film. Film Nolan terbaru ini penuh dengan bintang, sejak pertama saya melihat beritanya, cukup antusias apalagi film yang saya suka sebelumnya (Intenstellar) mampu membuat saya merinding ketika keluar bioskop. Menurut saya kekuatan beliau memang ada di gaya naratifnya. Baik dari alur mozaik sampai maju mundur, menurut saya beliau sangat mahir membuat penontonnya ga berhenti mengedipkan mata dari scene ke scene. Saat trailernya keluar, boom! Banyak kritik dari penggemar atau penonton — setidaknya dari kawan, atau netizen yang lewat beranda saya. Bahwa pertukaran race para tokoh, khawatir nya mengubah sensasi kenikmatan menontonnya — woke film. Tapi ketika saya menontonnya, tidak mengganggu sama sekali meskipun ada alasan-alasan tertentu pada cerita di dalamnya, atas perbelokan race dari im...

Ingatan Buku: Lingkaran Kecil

Ingatan Buku: Lingkaran Kecil Oleh Rifaldi Satu satunya pekerjaan yang membuat kita abadi itu menulis. Hal ini dilakukan oleh kawan saya bersama anak tulisannya yang berjudul Lingkaran Kecil.  Sepanjang membaca buku ini layaknya melihat jejak refleksi perjalanan seorang Nala, dalam memahami kehidupan dan waktu. Percayalah setiap waktu adalah pengalaman pertama bagi manusia. Oleh karena itu waktu semacam kabut yang selalu kita raba agar berada dipijakan yang tepat. Dunia refleksi Nala di umur 27an tidak seperti bayangan 7 atau 10 tahun lalu.  Umur 27 harusnya sudah begini, begitu, paham itu paham ini. Tapi Nala harus merasakan pemahaman arti sebuah lingkaran pertemanan di umurnya saat itu. Tentang bagaimana bersosial, harus apa yang dilakukan. Di dalam tulisan ini akhirnya menggambarkan sebuah resonasi refleksi kembali pada diri sendiri, dengan menebas imaji berkelana ke tempat yang jauh dan terasing. Di sana pada akhirnya Nala mengambil kesimpulan pada ...

Ingatan Buku: Satu Jam Sebelum Hari Berganti

Ingatan Buku: Satu Jam Sebelum Hari Berganti Oleh: Ifaldy Tulisan ini mengiringi ucapan selamat kepada kawan saya @ipaldy atas pecah telur melahirkan anak ingatannya, yaitu Buku. Buku pertama ini menjadi nuansa refleksi diri betapa lamanya saya tidak membaca buku. Makin berkurang, mungkin kena brain root!! Bodoo euy~ Oke, skip. Buku ini menjadi semacam kliping hidup seorang Faldy dalam memandang dunia sekitarnya. Tidak perlu harus sampai menngernyitkan dahi dalam membacanya, karena tulisannya terasa ringan. Membawa kita dalam pandangan Faldy di dunianya. Buku ini cocok jadi teman di perjalanan atau duduk manja sambil nyemil pisang goreng.  Cerita ringan ini membawa saya pada pandangan jejak hidup seseorang. Bahwasannya manusia dalam menghadapi fase hidup-entah tolak ukur standar sosmed atau sekaliber teori psikologi yang trendy-semua orang pemula. Kita sama-sama belajar menjadi manusia, dan seharusnya manusia lakukan pada norma-norma sosial pada umur yang semakin dikeru...

Ingatan Buku: Psikologi Uang (Housel)

Ingatan Buku: Psikologi Uang (Saduran FF) Oleh: Morgan Housel Di dunia ini penggerak kehidupan aktivitas msnusia tak lepas dari uang. Uang menjadi pondasi segala lini kehidupan bahkan sampai sela sela kehidupan rumah tangga. Uang mungkin menjadi "Agama" baru pada dunia post-mo ini. Uang bisa menjadi nilai kelas pada manusia-manusia, bisa sebagai kadar menilai pria dan wanita. Sangat sensitif, bisa merubah perilaku, bisa mempengaruhi kondisi hati. Tapi perihal mengelola uang? Beda lagi. Mau secerdas apapun teori tentang mengelola uang, tidak ada hubungan dengan perilaku mengelolanya. Zaman sekarang kepintaran tidak bisa dinilai akan kebajikan alias tingkah laku manusia. Ngelmu iku kelakone kanthi laku, kalau kata filosofi Jawa, di mana ilmu seharusnya diirungi dengan perilakunya. Namun, kini mencari ilmu harus melesat tahu tanpa harus mengilhami. Ekonomi industri menjadi medan pacunya. Jadi teori dan konsep ideap tentang kelola uang akibat perilaku jadi tidak bisa ...

Bagaimana Jika?

"BAGAIMANA JIKA?" Dari sekian banyak kata, istilah, dan elemen yang membentuk kalimat, makna, rasa, emosi, serta menjadi penghubung dari satu semesta (diri) ke semesta lain. Mungkin aku tak bisa merangkai kalimat yang lebih baik dari apa yang sedang terpikirkan, tapi kuharap kamu mengerti. Ada satu kata magis, menjelma udara malam yang menemani banyak aktivitas dengan tatapan kosong: termenung. Frasa ini menyelinap tanpa permisi ke setiap khayal, lalu membiarkan kita membangun berbagai skenario di dalamnya. Frasa "Bagaimana Jika?" selalu banyak kuterakan dalam pola komunikasi dan khayalku, seolah menggantikan tubuh ini melayang di antara jutaan bintang-bintang. Bagi orang kota, "Bagaimana Jika?" adalah sihir pengusir waktu—saat di dalam kereta, atau sekadar menuntaskan hajat di kamar mandi. Bagi para peneliti, frasa ini menjadi kelinci percobaan dalam menemukan tabir dunia yang belum terungkap, yang kemudian mereka abadikan dalam nama penemuan-...

Jalan Ruang Cinta

Di sela malam bergelombang rindu, Bolehkah gelap menyisir sisa-sisa cahaya? Kembali memeluk hangat dalam peluk-Mu, Bersukacita dalam air mata bahagia. Menjadi udara yang dihirup, Menyelami kerinduan tanpa batas, Menghidupkan yang mati—pada hidup yang tak hidup, Berada dalam cinta tanpa ujung. 02.05.25

Jarak?

Apakah artinya dari rasa-rasa? Jika tak ada nama-nama mu yang mengekal. Apakah artinya sebuah rindu? Jika tak kenal dengan jarak. Tak merasa bila sayap ini terus kembali ke langit. Semakin tinggi, terbang pergi namun pulang. Perjalanan di antara setiap langkah, Setiap arti rindu menjadi rapal doa. Sedang kau berada dalam tubuh, angin malam, lampu taman, atau gesek roda kereta menuju kepulangan.  Lalu, apakah itu jarak? 30-04-24

Ingatan Filsafat: Hafiz Razhi - Cinta Ilahiah

Ingatan Filsafat: Hafiz Razhi - Cinta Ilahiah Oleh FF Cinta ilahiah sangat berpengaruh dalam menjalani dan memandang kehidupan manusia. Sejatinya manusia lahir dengan membawa cinta murni. Cinta Tuhan kepada manusia disimbolkan dari air susu Ibu. Kehidupan yang semakin dewasa mengotorinya, sebab kebaikan selalu hadir saat manusia lahir.  Manusia dalam memandang hidup idealnya berpegang teguh pada cinta. Karena dalam cinta kita memandang kehidupan selalu punya arti dan positif. Tanpa cinta dalam hidup, kita hanya memandang kehidupan selalu penuh kecurigaan, menganggap adanya soudzon atas apa yang terjadi pada diri kita. Bukankah melelahkan? Apalagi jika dipandang hidup ini terlalu singkat. Perjalanan hidup kita lahir dari satu tragedi ke tragedi lainnya berdasarkan jenjang umur. Cinta tidak bisa ditunggu harus kita pahami dan wujudkan sendiri. Lagipula memandang cinta dalam logika merupakan wujud yang sia-sia. Karena cinta tidak bermuara di sana, ia ada dalam titik terlem...

Ingatan Film: Zone of Interest (2023)

Ingatan Film: Zone of Interest (2023)D ir. Jonathan Glazer Apa kalian terbiasa mendengar burung berkicau di pagi hari? Mendengar suara alam, merasakan damai... Coba bayangankan kalau suara burung berkicau tersebut diganti oleh suara tembakan (bukan perang), teriakan, kata-kata intimidasi... Tapi tetap merasakan "damai"? Yup, ini terjadi oleh keluarga Rudolf Hoss yang tinggal persis di samping camp konsentrasi di Auschwitz. Suara dentuman tak enak yang bikin penonton makin khawatir itu digambarkan dengan damai, meski tau di luar pagar rumahnya mungkin banyak pembantaian dan pembunuhan setiap hari. Film ini mengajak saya untuk meneropong lebih dalam kehidupan sehari-hari keluarga Rudolf Hoss, kamera selalu menempatkan pada sisi Obyektif penonton, penonton seolah-olah mengikuti tanpa boleh ikut merasakan apa yang mereka rasakan, bahkan ketika film selesai.. saya masih merasakan keabu-abuan pada apa yang dirasakan Rudolf Hoss dan Istrinya.  Gambaran cinematogr...

Ingatan Film: Budi Pekerti (2023)

Ingatan Film: Budi Pekerti (2023) Dir: Wregas B Ada satu ingatan muncul seusai menonton film Budi Pekerti.  "Percaya tidak percaya, menjadi manusia di era sekarang lebih banyak digerakkan oleh algoritma, sekarang masalah sekelas lingkungan er te/RT satu planet bisa tau, dan hobi menikmati keributan, penyelesaiannya juga harus diatur algoritma. Melampaui hyperealitas!"  Wregas mampu membawa cerita dengan paket visual yang pas. Apresiasi kepada seluruh krunya. Menikmati Budi Pekerti mengingatkan kembali saat menikmati proses tumbuh mas Wregas saat screening film TA nya yang berjudul Lemantun. Masih berpokok seputar keseharian, dan keluarga. Wregas selalu membawa aroma dapur yang khas, sehingga mudah diterima oleh penonton. Suasana kekeluargaan yang dekat, tidak perlu hiperbola bercerita trntang keluarga mapan, kaya yang sedikit sulit diterima. Hal yang saya suka pada film ini, sajian bahasa visual, naskah, dan karakter yang membaur sehingga kita bisa menikmati tiap ...

Rentang

Dua palung bergejolak di tengah riak panas dunia. Apakah kefanaan ini adalah duri dalam ingatan? Sedang jarak masih membentang. Apakah udara timur dan barat masih bisa menghangatkan? Tidak ada yang tau pasti, karena kefanaan masih jadi perjalanan tanpa tepi.

Ingatan Buku: Sebab kita semua gila seks

Ingatan Buku: Sebab kita semua gila seks Penulis Ester P. Membaca judul pada sampul buku ini memanglah agak sedikit nakal. Saya harus menutup sebagian covernya jika sedang baca buku ini di area publik.  Buku ini memang bacaan dewasa tapi tidak stensilan meski di dalamnya penuh dengan bahasa dan gambar "selangkangan" tentu karena bacaan ini khusus 21+, tapi percayalah buku ini sarat dengan makna dan pegangan karena pembahasan tabu. Buku ini tentang pengalaman sexperience dari penulis dan sekitar penulis. Bagaimana pembahasan gender perempuan yang dirasa lebih banyak dirugikan daripada laki-laki, contohnya ketika wanita banyak tidur dengan laki-laki disebut murahan. Tapi kalau laki-laki disebut perkasa atau pejantan tangguh. Buku ini juga membahas mitos-mitos dalam seks serta pengalaman unik dari sekitar teman penulis. Seperti Seks merupakan pertemuan kudus antara manusia dan Tuhan. Ada juga mitos jorok, biar ga kena penyakit dalam dunia prostitusi harus sering gant...

Ingatan Filsafat: Kesendirian

Ingatan Filsafat: Kesendirian Oleh FF  Kesendirian pada hakikatnya adalah awal mula manusia ada di Bumi. Lahir dan mati pasti sendirian. Esensi Kesendirian pada saat ini, berkembang perasaan lain yang sunyi ialah kesepian. Kesepian itu pada nampaknya seperti terlihat identik dengan sendirian, akan tetapi pada hakikatnya berbeda. Kesepian identik dengan teralienasi kemanusiaan dalam diri sehingga kehilangan jati diri, tujuan, atau hasrat hidup. Kesepian ini minor dari kesendirian karena baik di tempat ramai atau sendiri ia bisa saja merasakan kesepian.  Kesendirian juga identik dengan keaslian jati diri, untuk mengetahui diri sendiri bisa kita nilai bagaimana kita sendirian. Apakah kita produktif atau impulsif? Karena kesendirian juga membentuk rasa aman tersendiri dan saat yang tepat mengenal, dan memahami diri sendiri. Pernah ga kalian ngerasa pengen sendiri tiba-tiba papasan atau ketemu teman yang tidak kita kehendaki, pasti ada perasaan "tidak enak". Kesendiria...

Mungkin

Kekasihku adakah kau tahu bagaimana aku menggenggam tanganmu meski kau berada di kejauhan?  Mudah saja, aku selalu membayangkan kemungkinan-kemungkinan abadi bersama dirimu. Bagaimana kita memulai hidup, menjalani, serta mengkhayati perjumpaan.  "Mungkin" memang kata yang terkesan penuh keraguan, pengecut, atau berisi ketakutan. Kau tahu, menurutku kata mungkin adalah sebuah pengharapan, dan doa dari terhindar dari segala macam ketakutan yang berselimut. Tentang masa depan, jarak dan waktu. Aku sematkan kata "mungkin" karena aku membayangkan kita telah melampaui ruang dan waktu, memandang kedepan dari seharusnya, tentang skenario bagaimana kita bersama untuk waktu yang lebih lama. Kamu tahu, aku tidak sempurna, penuh cacat dimana mana, berisi rasa sepi, sedih, dan luka. Tapi aku ingin memberikan kesempatan kedua pada langkah hidup yang semakin tidak dapat diprediksi. Kata "Mungkin" juga berarti aku bersepakat pada takdir sekaligus skenario Tuhan, bagaimana...

Azimat

Ada jalan panjang dalam tatap mata, Perlahan menjelang malam ku tasbihkan dalam takzim, Doa tanpa suara, sunyi sebab ruang dan waktu berbeda. Aku ingin menjelma cinta dalam doa yang meresap dan menyelam dalam matamu. Berenjana selayak udara yang kau hirup, Biar kau masih kuat dalam imaji, Izinkan ku rawat kau dalam kata-kata. Biar selimut doa dan peluk kata merengkuh dalam kerinduan. Kini, tak ada kiasan lagi, hanya menghitung hari, dirapal dalam doa dan kujadikan azimat kecintaan untuk dirimu. 29.04.23

Ingatan Filsafat: Apologies Socrates

Ingatan Filsafat: Apologies Socrates Oleh FF Akhirnya comeback lagi. Setelah melampauinya waktu hiatus cukup lama, saya upayakan untuk mengingat kembali apa yang sudah dipelajari. Sekarang mari ingat kembali. Serial kali ini membahas tentang permintaan maaf atau apologise. Apologise pertama ini membahas tentang pidato filsuf Socrates sebelum dihukum mati minum racun.   Socrates sendiri dihukum minun racun karena berbeda dari sofis lain yang mementingkan, jabatan, harta, dan kekuasaan di eranya. Ia dihukum karena tidak menghormati Tuhan dan mengajarkan filsafat kepada orang-orang yang dilarang di masanya, seperti anak muda dll. Feodalisme sangat kental pada zaman itu, ilmu dan pengetahuan dikhususkan untuk orang-orang darah biru, kelas bangsawan dll. Isi dalam kajian ini membedah pidato terakhir Socrates kepada masyarakat Athena di dala persidangan. Beliau membicarakan bagaimana para bangsawan telah lupa tentang kebijaksanaan filsuf itu sendiri. Seolah-olah kepintar...

Bahasa Imaji Sepi

Perihal episode hidup antara dilupakan dan melupakan. Mengapa semuanya menjadi abu-abu? Tidak disadari umur beranjak dari waktu ke waktu. Menanam peluk dari bahagia sampai luka. Tidak ada oase yang jelas, saat saya berlayar dalam dua gelombang pasang surut hidup. Kebahagiaan dan kesedihan. Apakah pencapaian cinta hanyalah cerita telenovela, atau rangkuman imaji sehingga saya tahu endingnya berakhir percuma? Hal yang kusangka meramu rindu, cinta, kasih sayang tanpa tuan, merangkum kesepian tanpa bayang. Apakah harus kubahasakan semuanya adalah kutukan? Di mana kemanusiaan dan cinta adalah sebuah peluh tanpa tanda tanya. Saya kedinginan di tengah pulau harapan, diterjang angin risau, dan lapar pada kasih sayang.  Untuk sekarang, saya hanya hidup dari gerimis tetesan kesedihan yang kusimpul kebahagiaan. Cita-cita semakin berlari menjauh, arah hidup hanya mematok takdir. Saya, hanya menjangkau cinta yang tak pernah cukup, dan masih berlayar meski perlahan tenggelam.

Risalah Rembulan Kala di Manggarai: Kejujuran

Pada akhirnya tiba perpisahan yang tiada terduga. Dalam alunan musik yang masih melantunkan Yiruma, masih pekat bayangmu dalam jiwa. Tiada arti dalam mengarungi samudera sendirian, lalu kau adalah yacht yang hadir di tengah pulau kosong. Mengenalmu benar-benar sebuah anugerah yang aku tahu seumur hidupku. Engkau membuat merasakan kasih sayang Tuhan dalam bentuk lain. Sekilas bola matamu yang indah tak pernah aku lupakan seumur hidup. Bila ini adalah elegi maka akan kugubah sedramatis mungkin.  Sudah terhitung beberapa hari kau tak nampak di indera atau sepenggal pesan maya. Apa kabar dirimu? Bagaimana kabar adikmu yang akan dioperasi hari itu? Apakah engkau sudah lebih tenang dan fokus pada dirinya seorang?  Tentang kejujuran, di sini alunan hidup tak tentu, mengairi segala angin yang berhembus dan aku masih saja dibuncah kegelisahan. Sedih yang tak nampak pada perpisahan lalu berhutang air mata pada tiap malamnya. Di sini Mars, begitu dingin dan sepi hanya ad...

Kado Sederhana dari Pria Sederhana

Bersama surat ini aku titipkan rindu dari sebuah kata dan kalimat yang mungkin sudah menjadi sampah di dunia ini. Bagaimana mungkin sebuah kata-kata bisa merasuk ke dalam kupingmu lalu mencoba mengacak-ngacak pendirianmu? Tapi dengan surat ini bukan hanya saja kata-kata dari sekian ribu kata-kata di setiap surat yang ditulis oleh manusia di bumi ini. Melainkan ada sebuah kisah yang akan aku ceritakan padamu, kisah di mana kamu mungkin belum pernah mendengarkan dari manapun. Karena semesta menjadi saksi bagiku atas semua kisah yang pernah aku jalani disini, tepat di persawahan Mredo. Hari itu dimana langit sudah menunggu dan menyambut malam sebab mega-mega jingga kemilauan serta barisan-barisan awan membentuk satu-kesatuan dengan gagahnya. Aku termangu melamun sebab merasa sia-sia tentang apa-apa yang langit berikan sore itu. Suara burung cicit mengalun merdu ditelingaku, udara mendesis merambat telinga, hingga bau tanah karena patrichor bekas hujan siang tadi. Begitu sia-si...

Ingatan Film: Sri Asih (2022)

Ingatan Film: Sri Asih (2022) By. UPI Sri Asih merupakan salah satu film penantian saya semenjak Gundala. Di tengah Superhero movie yang sudah mulai kehabisan bensin, saya rasa Sri Asih mulai menanjak untuk mencoba menandingi sekelas Black Widow. Singkatnya, film ini masih memiliki premis mistisme tentang Nusantara. Itu keren sih, sebenarnya memang negeri ini punya cukup banyak bensin/modal daripada Marvel atau pun DC untuk membangkitkan Superhero. Cerita dan budaya oral yang kental di masa lalu dalam membagikan pengetahuan atau informasi benar-benar bikin film Sri Asih memiliki motivasi yang solid.  Penceritaan lebih baik dari Gundala, meski naskahnya terasa solid tapi mampu diterima tanpa basa basi mengenalkan para tokoh serta motivasinya. Eksposisi yang apik. Pun juga dari editing dan CGI yang sangat mampu berkontribusi pada film menjadi lebih baik tidak hanya sekadar tempelan. Hanya saja.. Karena solidnya naskah maka sutradara mesti mengemas pembangunan karakter sec...