Skip to main content

Bukan sekedar Apel



Kita kembali pada masa lalu 
Wajah manis dia ada dibenakku
Dan tibalah saat ini 
Kenangan yang tak terhitung jumlahnya dihubungkan bersama
Kosong berdiri di depan cermin 
Kikuk mengikat simpul pada dasi merah
Menyisir rambutku seperti orang dewasa  
Ketika aku melihatmu, pasti dirimu lebih cantik dari apa yang ada di imajinasiku
Aku benar-benar ingin kembali ke masa tahun-tahun itu 
Untuk kembali ke kursi dimana aku bisa melihat kamu didepan bangku itu.. 
Sengaja mengganggumu untuk dapat perhatianmu

Yang duduk dengan siapa, aku masih mencintainya
Hujan deras cintaku terhempas dimasa lalu
Kasihku tidak terbalas pada saat saat itu
Aku benar-benar ingin memelukmu 
Rangkullah keberanianku untuk memilikimu 
Aku pernah ingin menaklukkan seluruh dunia 
Hanya pada akhirnya aku menyadari 
Kamu adalah seluruh dunia yang aku miliki

Teruntuk 21 Maret 2014

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan (Jonathan Black)

Review Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan (Jonathan Black) Oleh: HSA Setelah satu bulan akhirnya selesai juga buku tebal ini yang menyamakan rekor oleh bacaan sebelumnya (Sejarah Tuhan/Karen Armstrong). Banyak situasi unik tentang buku yang saya bawa ini jika diketahui oleh teman-teman. Yup tidak lain tidak bukan karena sampul buku ini menggambarkan simbol-simbol "segitiga mata satu", terkenal dengan cerita konspirasinya. Banyak kerabat yang mengernyitkan dahi, atau menampilkan wajah keanehan terhadap buku yang saya baca ini. Saya tidak heran, sebab sebelumnya saya juga memiliki pandangan yang sama, "wah ini buku konspirasi besar sekali!!". Kalau dibilang betul sekali, bagi seseorang yang alur bacanya sudah mengenal simbol-simbol ini, pasti landasan empirisnya berpacu pada konspirasi dunia. Jika kalian suka itu, bacaan buku ini menjadi kitab besar "konspirasi dunia" MESKI.. setelah anda baca ini, anda mampu tercerahkan dalam beberapa ha...

Bagaimana Jika?

"BAGAIMANA JIKA?" Dari sekian banyak kata, istilah, dan elemen yang membentuk kalimat, makna, rasa, emosi, serta menjadi penghubung dari satu semesta (diri) ke semesta lain. Mungkin aku tak bisa merangkai kalimat yang lebih baik dari apa yang sedang terpikirkan, tapi kuharap kamu mengerti. Ada satu kata magis, menjelma udara malam yang menemani banyak aktivitas dengan tatapan kosong: termenung. Frasa ini menyelinap tanpa permisi ke setiap khayal, lalu membiarkan kita membangun berbagai skenario di dalamnya. Frasa "Bagaimana Jika?" selalu banyak kuterakan dalam pola komunikasi dan khayalku, seolah menggantikan tubuh ini melayang di antara jutaan bintang-bintang. Bagi orang kota, "Bagaimana Jika?" adalah sihir pengusir waktu—saat di dalam kereta, atau sekadar menuntaskan hajat di kamar mandi. Bagi para peneliti, frasa ini menjadi kelinci percobaan dalam menemukan tabir dunia yang belum terungkap, yang kemudian mereka abadikan dalam nama penemuan-...

Di Atas Motor

Sebab kau yang selalu berbicara, melalui hening dan hembusan angin di atas roda besi adalah bisikan termanis di dalam ruang dan waktu. 01-12-18