Skip to main content

Posts

Ingatan Buku: How to Respect Myself

Ingatan Buku: How to Respect Myself Oleh Yoon Hong Gyun Buku ini merupakan buku improvement diri yang saya suka. Ga heran kalau buku ini laris di pasaran Korea Selatan, atau mungkin karena masyarakat Korea banyak yang mengalami krisis diri. Perihal krisis jati diri tidaklah mudah di era modern ini, semua serba cepat, mandiri, egois dan kebutuhan tersier yang semakin variatif seolah-olah kita menjadi masuk ke dalam kebutuhan primer, seperti pulsa, netflix, Spotify, YouTube premium dll. Sebab perasaan yang semakin individual inilah yang membuat manusia mengalami konsekuensi diri, seperti kesepian, overthinking dan sebagainya. Jadi perihal perasaan seperti ini mempengaruhi pola pikir, sikap dan prinsip manusia selama menjadi tua atau lebih dewasa. Menurut saya, orang kota yang lebih banyak mengalami fenomena seperti ini. Nah, kenapa saya bilang bagus? Karena buku ini banyak mengutip, memetakan permasalahan diri secara terkini. Sehingga saya sebagai pembaca merasa relate dan de...

Ingatan Buku: Ancika

Ingatan Buku: Ancika Oleh Pidi Baiq Pidi baiq membawa satu lagi jalinan cerita Dilan ke dalam suatu momentum titik puncak perubahan kepribadian tokoh Dilan. Bersama Ancika sebagai penutur kelanjutan cerita petualangan Dilan si anak geng motor berlanjut. Berbeda dari Milea. Ancika menjadi sosok mandiri, lebih dingin, dan terkesan tomboy. Dari cerita inilah ditampilkan bagaimana perubahan psikologis dan kedewasaan Dilan yang sudah kuliah menjadi lebih terlihat daripada di buku-buku sebelumnya (tentu karena masih SMA). Dilan menjadi sosok idaman satu paket cewek-cewek karena keunikannya, mudah membaur dan cair. Mana dia anak geng motor kuliah di ITB, beasiswa juga pula, kurang perfect apa lagi tuh? Tapi emang sih anak seni, filsafat, dan komunikasi bersatu apalagi punya kemampuan komedi yang cukup baik, itu menjadi sebuah senjata ampuh dalam menghadapi hidup. Di sini saya tidak membahas cerita di dalam bukunya. Tapi bagaimana kisah Dilan ini dibawa sebagai penutup dari buku se...

Ingatan Buku: Childfree and Happy (Victoria)

Ingatan Buku: Childfree and Happy Oleh Victoria Tunggono Di jagat maya sedang trend isu yang masih diperbincangkan pro kontranya di Indonesia. Apalagi di Twitter, banyak hilir mudik opini-opini tentang konsep hidup childfree atau childless. Kenapa bisa ramai diperbincangkan? Karena konsep hidup childfree berupaya untuk hidup sepanjang umur tanpa memiliki anak kandung. Seyogyanya fade kehidupan umum harusnya memiliki anak, tetapi childfree memiliki pendapat lain soal anak. Buku ini membuat saya mengenal lebih dalam secara personal konsep hidup childfree dari kacamata penulis. Uniknya penulis di sini sudah memiliki anak, meski dari pernikahan masa lalunya. Ia meyakini childfree ketika menikah lagi. Satu poin yang pertama saya dengar pertama kali tentang konsep hidup satu ini, Egois. Bagaimana seorang perempuan yang memiliki rahim tidak mau memiliki anak dengan banyak alasan yang menurut saya bisa ditolerir. Seperti, takut badannya berubah, takut anak-anak, malas mengurus anak...

Ingatan Filsafat: Sejarah (Hegel)

Ingatan Filsafat: Sejarah (Hegel) Oleh FF Sejarah dalam pandangan hegel ibarat sungai yang mengalir. Aliran sungainya adalah akal, dan airnya adalah roda zaman. Maka bentuk kebijaksanaan dan kebenaran itu beda-beda pada setiap generasi, jadi kita ga bisa hakimin sebuah hukum atau kebijaksanaan masa lalu. Kecuali hanya kita refleksikan ke dalam kebijaksanaan masa kini. Pada sejarah, tidak ada yang namanya kebenaran abadi. Kecuali kita mengalami roh dalam diri. Roh yang di maksud ialah, pemahaman bahwa kita merupakan bagian dari alam kemudian sadar kita juga memiliki diferensiasi terhadap alam (sekularisme). Beda lagi dengan "Roh dunia", ia adalah pemahaman-pemahaman umum dunia yang sedang berjalan di zaman tersebut. Menurut Hegel juga, dunia berjalan lurus menuju semakin logisnya manusia. Tapi menurut Nietzsche dunia ini adalah perputaran alur yang gitu-gitu aja. Kalo saya bisa simpulkan dunia bergerak layaknya Peer polanya. Dia melingkar-lingkar namun berjalan lur...

Ingatan Buku: Bukan Sekadar Cinta

Ingatan Buku: Bukan Sekadar Cinta Oleh Fine Phillip Pada tahap selanjutnya buku ini aku rangkum secara sederhana. Saat ini aku menjadi pengantar makanan, alih-alih butuh uang tetapi lebih banyak ku habiskan waktu sendirian untuk membaca buku. Apalagi dengan berkeliling keluar rumah membuat diriku tidak terjebak dalam ruangan kamar. Aku yakin, jika hidup aku seperti film besutan pixar "Toy Story" mereka para barang-barang mungkin sudah bosan melihat aktivitas pekerjaan dan peletakan barang aku yang tidak ada variasinya. Okey, kembali pada bacaan buku.  Seminggu aku membaca buku ini seperti melihat buku harian seorang perempuan kota yang sibuk menafsir-nafsir mimpi serta sekaligus menjalani hidup realita tanpa kompromi.  Fina membawa buku ini terasa ringan sehingga tiap tulisan bisa membuat kita paham apa yang kita lihat di kehidupan fina saat itu. Terlebih lagi dengan layout dan ilustrasi keren sehingga buku ini cocok di capture, untuk sekadar dijadikan story di me...

Hari Kebebasan

Aku yakin ada hari di mana manusia bisa merasakan bebas secara penuh tanpa rasa manipulatif, sehingga dia tidak merasakan sebiji kekhawatiran tentang dirinya di kemudian hari. Ada hari di mana manusia merasakan kebebasan. Tanpa berencana, menghitung jatah-jatah kehilangan, atau sekedar mengumpulkan uang sebagai bentuk normatif bahwa kita adalah manusia terkini, bukan pengangguran. Hari itu akan hadir pada sela-sela ketakutan,namun setelah itu dia timbul menjadi perasaan penuh, mencintai sekelilingnya dan merasakan empati, simpati tiada batas. Hari itu ialah sehari sebelum kiamat. Di mana berita-berita akan selalu meneror hari-hari, tentang bencana yang akan dihadapi pada hari kiamat besok. Ilmuwan mencari cara bagaimana menunda kiamat, pemeran agamawan-agamawan mengutuk bumi tentang azab-azab perlakuan manusia, berita gosip sibuk meliput persiapan selebritis-selebritis dalam menghadapi kiamat, ada yang sudah punya doom anti kiamat, ada yang menangis sesegukan, ada yang sibuk membuat su...

Ingatan Buku: Laki-laki Memang Tidak Menangis Tapi Hatinya Berdarah, Dik

Ingatan Buku: Laki-laki Memang Tidak Menangis Tapi Hatinya Berdarah, Dik Oleh Rusdi Mathari Saya kenal buku beliau dari sebuah tulisan di mojok.co kemudian ke buku "Pintar saja tak punya, apalagi bodoh". Sebelum akhirnya beliau sudah selesai dengan kerlap kerlip dunia. Buku terakhir almarhum ini, menjadi sebuah penutup tulisan tentang afeksi perasaan seorang laki-laki, betapa melankolinya beliau terhadap perempuan dan lingkungan sekitar. Melalui visual, pandangan mata kemudian ia berkontemplasi pada setiap perasaan yang terjadi. Saya pernah merasakan ritme itu, seakan semesta memeluk diri, berirama pada ingatan masa kemudian menari-nari di dalam imaji. Aku paham tulisan yang mengantarkan pada metafora-metafora seakan menjadi "lebay", namun berbeda pada buku ini, justru di dalamnya penuh kesederhanaan, dan keromantisan. Apa itu "Alay"? seolah tiap kata-kata buku ini membawa saya kembali pada setiap bayangan gambar diri.  Itulah gambaran sisi fem...