Skip to main content

Posts

Ingatan Buku:...oh film

Ingatan Buku:...oh film Oleh Misbach Yusra Biran Buku selanjutnya kembali ke kolam jati diri saya pada dunia filem. Sebenarnya buku ini sudah saya beli bertahun-tahun lalu lamanya itu juga karena obral diskon gramedia saat di Jogja/pameran buku. Entah kenapa saya aelalu abstain untuk membaca buku ini. Baru saat inilah saya mengumpulkan niat untuk membaca semua buku yang tidak pernah saya sentuh sebelumnya. Demi apa? Ya agar bisa membeli buku baru lagi. Saya kira sebelumnya buku ini merupakan jarya non-fiksi yang berisi teori-teori praksis dan taktis dalam dunia perfileman. Tapi ternyata isinya berupa cerpen-cerpen fiksi yang kerap terjadj di dalam dunia perfileman Indonesia, tentang fenomena pengkaryaan hingga balada kisah asam, manis, pahit orang-orang di dalam dunia perfileman nasional.  Setelah saya membaca buku ini terasa ada kedekatan emosional, mungkin karena saya juga pernah terjun dalam dunia tersebut meskipun masih skala dunia kampus. Menurut hemat saya, buku i...

Ingatan buku: Lingkar Tanah Lingkar Air

Ingatan Buku: Lingkar Tanah Lingkar Air Oleh Ahmad Tohari Di antara kesibukan yang tidak jelas, masih saja saya selesaikan berbagai bacaan buku. Meski semangat menipis tidak seperti tahun-tahun lalu. Ada kegamangan ketika membaca, namun tidak ada di kolam yang tepat. Untuk apa saya baca? Jika tidak ada nilai praksis dan berbagi pada yang sehobi? Meski disini mengobati juga sih, semoga berarti. Jarang saya membaca buku fiksi, bukan karena sok atau apa. Tapi saya minim referensi. Selagi ini, saya baca saja buku-buku yang tidak pernah saya buka dari zaman kuliah. Oh ya, ternyata buku ini sangat keren dengan gaya penceritaan yang sederhana. Amat, nama tokoh utamanya. Kita diajak mengenal situasi di mana Indonesia belum merdeka dan sesudahnya. Tapi dari perspektif orang pesantren yang sama-sama ingin merdeka, seperti orang-orang republik (politik). Amat menjadi gambaran penting bagaimana kelompok atau organisasi tidak serta merta menenggelamkan semua pribadi manusianya dalam sat...

Ingatan Filsafat: Kritik Modernisme Marcuse (Manusia 1 Dimensi)

Ingatan Filsafat: Kritik Modernisme Marcuse (Manusia 1 Dimensi) Oleh FF Sebelum kita sadar bahwa fase dalam hidup tentangg mengarungi kesepian dan kehidupan merasa penuh rekayasa tanpa kita tahu apapenyebabnya, Herbert Marcuse sudah memikirkan hal ini dalam kritik modernismenya. Kenapa sih, kita suka banget mengusir kesepan dengan konsumsi? atau apa kita sering mengidentifikasi kelas dari apa yang kita konsumsi? secara tidak sadar kita perlahan sudah mendestruktif kemanusiaan pada aspek di luar diri kita melalui teknologi. Teknologii yang harusnya membuat kita merasa lebih aktual dalam menjalankan kegiatan malah menjadi bentuk ketergantungan yang mapan, apalagi teknologi tersebut dimiliki oleh produsen tertentu yang cenderung berharap keuntungan atau monopoli kehidupan. Pada dasarnya manusia berdimensi 1 berpacudalam keadaan kesadaran manusia modern yang cenderung lebih suka mengidentifikasi diri melalui konsumsi demi konsumsi. Sadar ga, ketika kita membeli barang sesuatu p...

Ingatan Buku: Komunikasi

Komunikasi Ada Seninya, Secret, dan Lancar Berbicara Oleh: Oh Su Hyang, Rhonda Byne, Olif Dari setiap buku yang saya baca, cerna dan sebagainya komunikasi ibarat sebagai sebuah wahana untuk onani otak untuk lawan bicara, atau beneran sharing (diskusi). Tapi saya memiliki salah satu kelemahan paling menyebalkan, komunikasi tidak lancar. Entah terbata-bata atau sulit menjelaskan apa yang ada di kepala, faktornya bukan karena satu hal tapi dari beragam faktor, mulai dari tidak biasa ngobrol dengan orang baru, atau sudah merasa terintimidasi oleh lawan bicara sehingga gugup. Ketiga buku ini seperti arahan agar dapat berbicara lebih baik, setidaknya saya mengetahui nilai-nilai praksis di dalam buku ini. Oh iya buku ini menjadi satu kkesatuan dalam perjalanan membaca saya, mulai dari Esensi, Teori, sampai ke kerangka teknis. Buku pertama, Komunikasi ada seninya, Di dalam buku ini saya mendapat sebuah jawaban persis atas pertanyaan dan rangkuman sitasi yang dapat kita kendalikan. ...

Ingatan Film: Tersanjung (2021)

Ingatan Film: Tersanjung (2021) Dir. Hanung Bramantyo Tersanjung menjadi sebuah garapan film adaptasi bebas dari sinetron yang sukses mengaduk aduk emosi satu Indonesia pada zamannya, ya sekelas cinta fitri atau ikatan cinta kalau sekarang. Bercerita dari sudut pandang Yura mulai eksposisi pembangunan cerita dibuat VO untuk merangkum cerita serta mendalami tokoh utamanya. Yura harus menghadapi Ibu tirinya yang mau menyerahkan dirinya sebagai pengganti hutan ke orang kaya. Perjalanan hidup yang tidak mulus layaknya drama panggung teater tidak lengkap kalau tidak ada bumbu cinta. Oka dan Tian merupakan sahabat Yura yang selalu membantu dalam segala permasalahan hidup Yura, yang tak dinyana-nyana mereka memiliki perasaan terhadap Yura. Tapi siapakah yang tulus? Nah drama film itu berkutat pada dua aktan, permasalahan hidup Yura dan Kisah cintanya. Pros. Ada beberapa yang saya amati dari perjalanan cerita film Tersanjung ini. Hanung Bramantyo sebagai penulis merangkum sinetron yang puanjan...

Aku di tengah Samudera

Aku di tengah samudera luas di antara lautan bintang di atasnya, Menerka dan meraba cahaya di setiap horizon, Mencoba membayangkanmu di antara dua mataku yang tidak pernah bisa menembus ke dalam matamu, Waktu hanya mencoba merangkum hidup serta udara yang ku hirup di tengah samudera masih sama, Setiap vena, nadi, dan darah yang berdenyut adalah jelaga saat kau nampakkan senyum saat pertama kali, Aku hidup, tubuhku berucap. Masih di sini, di tengah samudera tanpa ombak lautan hanyalah hamparan air yang tidak bernafas, Serta udara hanyalah sebuah tiupan yang hanya mencoba mengibas rambutku, Tidak ada lagi bahasa-bahasa dan kejorahanyalah aksesoris mata tanpa ada sosok pundakmu, Sedang aku berusaha berlayar di tengah kegamamangan, Di antara samudera hati mu yang tidak tentu. Aku masih berlayar, dan masih berlayar 13.04.21

Ingatan Buku: Kamus Para Pecinta

Ingatan Buku: Kamus Para Pecinta Oleh: Nizar Qabbani Membaca buku puisi seperti menerka dan mendalami lautan jiwa seorang penulis tersebut terhadap refleksi kehidupan mereka. Nizar Qabbani membawa saya untuk mempersonifikasikan perempuan serta tubuh-tubuh perempuan menjadi sebuah ekstase keindahan semesta, apalagi dalam perihal cinta. Wanita memang menjadi sebuah estetika hidup sendiri bagi laki-laki ia mungkin rangkuman rohman-rahim yang dapat disentuh dan dilihat. Nizar Qabbani membuat puisi ini sampai bagian-bagian alat vital namun tidak terkesan mesum. Kurangnya dari buku ini ialah terjemahannya yang sangat kaku dan terkesan mengurangi nilai orisinalitas puisi qabbani itu sendiri Terima kasih.