Skip to main content

Posts

Ingatan Film: Pertaruhan (2017)

Ingatan Film: Pertaruhan (2017) Dir. Upi Bercerita tentang 4 sodara "bad boys" ingin menyelamatkan Ayahnya yang sakit berat dengan jalur underground. Namun mereka tidak terlalu dekat dengan Ayahnya, sehingga menimbulkan konflik-konflik. Baru ini saya mempertanyakan apakah film ala-ala Serigala Terakhir ini sudah habis masanya atau mungkin tidak relevan lagi dengan era sekarang? Masalahnya pada penceritaan ini tidak meyakinkan, seperti pertarungan jalanan tapi bukan di Indonesia, mau dekat ke menengah ke bawah tapi digarap tidak terlalu intens. Hanya berisi Judi, berantem, dan mabuk. Terlebih Para tokoh bersaudara ini tidak terlihat meyakinkan, seperti ada gap sendiri antar pernokohan yang terkesan canggung.  Meskipun begitu, dalam tangga dramatiknya film ini terasa solid di babak paruh ke 3. Ya masih layak dinikmati untuk laki-laki yang tidak dekat dengan bapaknya, tapi bapaknya di sini terasa bebal memang.  Terimakasih.

Ingatan Film: Pengabdi Setan 2 (2022)

Ingatan Film: Pengabdi Setan 2 (2022) Dir. Joko Anwar Setelah 5 tahun, akhirnya muncul sekuel dari Pengabdi Setan 1. Bercerita Rini dan keluarganya pindah-pindah tempat tinggal yang berakhir di rumah susun dengan tampilan kurang meyakinkan. Di film ini semua jawaban akan keluarganya selesai, tapi melahirkan banyak pertanyaan lagi tentang ritus horor layaknya penyembah lucifer ini. Tapi agak-agak rada midsommar juga, malah ada yang ke makmum makmum an. Kelebihan film ini tentu dari segi penyajian horor yang one step next level. Bagi yang phobia kegelapan akan merasakan dua kali lebih seram. Meski diliputi jump scare seperti banyak film horor tapi sajiannya bener-bener kembali menggali ketakutan masa kecil akan sesuatu dan relate. Jadi takut akan hantu bukan dominan, tapi dicampur oleh takut phobia masa kecil yang diliput lagi, akan suasana pojok, gelap, serta jumping candy. Applause juga sama sound designers nya sebagai pendukung yang baik. Kekurangannya, dalam premis cerita...

Ingatan Buku: Cinta Lama

Ingatan Buku: Cinta Lama Oleh Puthut EA Jelang pukul 5, saat aku menikmati singkong goreng, ku telusuri buku ini. Tidak ada 2 jam untuk menyelesaikannya. Jelas, buku ini lebih banyak ilustrasi daripada tulisan. Ya tipikal buku-buku zaman sekarang yang mesti "quoteable". Lagi pula ini bentuk solusi untuk menyikapi generasi muda yang pusing melihat tulisan banyak. Jadi rasanya Puthut EA mengambil jalur itu juga. Tidak sepanjang "cinta datang terlambat" buku sebelumnya. Sekuel tulisan ini hanya berisi satu scene, satu pertemuan, namun membenam sejuta kenangan. Entah ini kisah nyata, atau memang kisah fragmen imajinasi mas putut dalam mensiasati mengenang mantan. Tapi jujur, saya suka berkhayal kayak gitu. Saya suka gaya tulisan beliau yang penuh majas, penggunaan kata yang membuat saya bisa terbawa oleh ruang dan waktu di dalam cerita. Saya juga suka dengan tipe penceritaan melankoli seperti ini, seakan-akan dalam pertemuan ada campur tangan semesta. Pertem...

Ingatan Film: Story of Dinda (2021)

Ingatan Film: Story of Dinda (2021) Dir. Ginanti Rona Story of Dinda merupakan spin off dari spin off NKTCHI. Fokusnya sekarang ada di pihak Dinda, jika sebelumnya sudah menonton Story of Kale. Cerita mengenai Dinda terjebak dalam toxic relationship dengan Kale. Saat hubungannya rumit ia bertemu dengan Pram. Laki-laki beristri yang juga punya masalah dikehidupannya. Lalu terjadilah zona cinta kesamaan masalah. Alur film ini maju-mundur persis seperti film Story of Kale. Menurut saya merupakan konsep yang menarik apalagi diisi oleh sedikit pemain tapi menghasilkan cerita yang solid. Tapi kalo boleh diulik lagi, alur mundur di film ini menjelaskan di masa sekarangnya namun konsepnya hanya "menjelaskan" tapi bukan membuat tensi film semakin emosional. Jika tidak ada Story of Kale, mungkin cerita tidak sampai puncaknya, hanya obrolan saja. Namun dengan plot yang ringan dan pace lambat jika suka, film ini kaya akan quote-quote berjalan. Apalagi karakter Pram yang tenan...

Ingatan Film: Army of Thieves (2021)

Ingatan Film: Army of Thieves (2021) Dir. Matthias Schweighöfer Film ini disutradarai bintang utamanya sendiri dan merupakan prekuel dari Army of the dead. Prekuel pada film bisa menjadi perubahan perspektif dari film sebelumnya/sekuel. Ketika film ini tayang maka sudut pandang protagonis ke pembuka kunci. Tapi sayangnya film ini tidak lebih baik dari Army of the dead. Hal yang saya sukai di sini dari pemain cast utama dan perempuan. Sebab mereka mendapatkan chemistry tidak seperti 1 geng yang lain terlihat seperti penambal. Jadi agak kurang ekposisi di perkenalan karakter. Selanjutnya, alur di film ini dari tengah kebelakang terasa cepat tidak ada intensitas yang bikin penonton degdegan. Ya jadi penonton uda yakin aja mereka akan bertahan dan selamat. Saya cuman suka di pengenalan tokoh si pembuka brankas. Pun motivasi agen interpol seperti ga ada kerjaan lain, orang ada zombie ngurusi kelompok penjahat. Intinya, motivasinya belum kuat.. kalau dengan alasan bokong ditembak...

Ingatan Film: Kadet 1947 (2021)

Ingatan Film: Kadet 1947 (2021) Dir. Rahabi dan Aldo Akhirnya kembali ke universe kemerdekaan versi Soekarno Ario Bayu, sebab sebelumnya ialah Baim Wong. Film ini apakah akan berakhir di museum-museum kemerdekaan seperti film Soekarno Universe lainnya? Ya saya harap iya, tapi sebelumnya mesti tayang setiap mau kemerdekaan RI.  Film ini menambah lagi tema drama perang asli Indonesia yang menarik. Sinematografi dan visual effect meski minim tapi mampu membawa nuansa lebih mahal. Saya juga suka dengan penokohan awal yang terasa solid sehingga penonton lebih dekat dengan para kadet. Tapi sayangnya, setelah epitasio dari masalah satu ke masalah lainnya cerita mulai sedikit canggung, adegan romansa yang nanggung juga, tidak dibuat motivasi yang kuat dari berbagai karakter untuk menunjukkan motif sehingga penonton bisa menerima dan lebih terbawa akan filmnya.  Meski begitu sekali lagi, film ini masih layak ditonton untuk menumbuhkan jiwa cinta negara kita, hormat grak! Te...

Ingatan film: The Man from Toronto (2022)

Ingatan film: The Man from Toronto (2022) Dir. Patrick Hughes Menonton konsep film two buddies sebelum-sebelumnya masih belum ada yang seberhasil Rush Hour-nya Jackie Chan. Begitu juga pada film ini. Kesan sampai akhir film malah ada sedikit kekakuan meski di tengah cerita sudah agak cair dalam hubungan bad guy dan comedy guy. Film ini cocok sebagai hiburan semata untuk melihat dua karakter yang berpetualang. Apalagi melihat persona comedy guy di sini dalam menghadapi situasi permasalahan. Dalam penceritaan sih standar, karena menggunakan struktur tiga babak, pun dalam eskalasi cerita tidak ada masalah yang terlalu berat bagi para tokoh. Tapi film ini tidak cocok bagi penyuka film-film serius atau menunggu twist di belakang, atau menginginkan layaknya film art house. Karena memang film ini sangat ringan. Meskipun begitu ada ketidak konsistenan di beberapa alur cerita dalam penokohannya. Ketika pada eksposisi dikenal bad guy jahat sekali, namun di tengah-tengah jadi tidak su...