Skip to main content

Posts

Ingatan Filsafat: Sejarah (ibn Khaldun)

Ingatan Filsafat: Sejarah (Ibn Khaldun) Oleh FF Serajah merupakan sebuah catatan tentang peradaban manusia akan perubahan revolusi dalam suatu kelompok masyarakat besar atau negara. Dalam penulisan sejarah pun tidak boleh sembarangan, apalahi penulis harus memiliki kualifikasi khusus dalam memandang masyarakat. Ibn Khaldun, singkatnya penulisan sejarah tidak boleh memihak siapapun, memandang dalam satu sisi, dan harus relevan dengan zaman.  Sejarah singkatnya berjalan stagnan dalam elipsis berputar yang gitu-gitu aja. Mirip dengan kekekalan energi dan ucapan Fredrick Nietzsche, energi selalu mengurai berubah menjadi bentuk lain, ia abadi berputar-putar menjadi kekal membentuk dan mengurai kembali. Begitu juga dalam pandangan sejarah berdasarkan alurnya. Masyarakat yang lahir harus berusaha dalam persamaan rasa dan kecukupannya, ketika mereka sudah punya sumber daya yang sama-sama cukup maka akan ada masa di mana mereka saling berkompetisi, lalu bermalas-malasan menikmat...

Jeruji Kata

Mari kembali lagi, Kau abadi dalam rengkuh elegi malam hari, Di simpan segala purnama pada genggam menjelang, Nuansa biru menguning di atas tanya kehendak diri, Akan hadir kedamaian dalam hati, tak ada tanya atau pun meminta, Maka ia bintang yang selalu abadi, Bersinarlah seperti kejora di hati, Tiada yang tau pasti, Namun, benarkah ia kan abadi? 12.10.21

Ingatan Filsafat: Bijaksana

Ingatan Filsafat: Bijaksana Oleh FF  Apa yang membuat manusia berbeda dengan hewan? Tentu semua orang tau, yaitu akal. Kalau kata plato kita juga hewan, tapi berakal makanya disebut manusia. Jika kita kehilangan akale jadi tinggal? Hewannya saja. Makanya kalau urusan ranjang manusia berubah menjadi *hewan, nafsu menyelimuti. Itu juga kalo manusianya tidak paham tentang etika dan seni bersenggama secara mikro dan makro kosmos.  Namun, apa yang membuat kita menjadi manusia secara tingkat manusia sejati? Yaitu kebijaksanaan. Kebijaksanaan adalah sebuah piikiran dan tindakan dalam pengalaman, pengetahuan dan intuisi yang aktif dalam kebaikan bagi diri dan orang lain. Kebijaksanaan sendiri ini bisa diraih dan didalami melalui beragam cara. Dari konfisius sendiri bisa melalui refleksi, imitasi dan pengalaman. Jika dalam Tao kebijaksanaan melalui kepedulian, keringkasan, dan kemanusiaan. Semua Agama tentu dalam tingkat manusia tertinggi memcapai pada kebijakan tertinggi ...

Ingatan Buku: How to Respect Myself

Ingatan Buku: How to Respect Myself Oleh Yoon Hong Gyun Buku ini merupakan buku improvement diri yang saya suka. Ga heran kalau buku ini laris di pasaran Korea Selatan, atau mungkin karena masyarakat Korea banyak yang mengalami krisis diri. Perihal krisis jati diri tidaklah mudah di era modern ini, semua serba cepat, mandiri, egois dan kebutuhan tersier yang semakin variatif seolah-olah kita menjadi masuk ke dalam kebutuhan primer, seperti pulsa, netflix, Spotify, YouTube premium dll. Sebab perasaan yang semakin individual inilah yang membuat manusia mengalami konsekuensi diri, seperti kesepian, overthinking dan sebagainya. Jadi perihal perasaan seperti ini mempengaruhi pola pikir, sikap dan prinsip manusia selama menjadi tua atau lebih dewasa. Menurut saya, orang kota yang lebih banyak mengalami fenomena seperti ini. Nah, kenapa saya bilang bagus? Karena buku ini banyak mengutip, memetakan permasalahan diri secara terkini. Sehingga saya sebagai pembaca merasa relate dan de...

Ingatan Buku: Ancika

Ingatan Buku: Ancika Oleh Pidi Baiq Pidi baiq membawa satu lagi jalinan cerita Dilan ke dalam suatu momentum titik puncak perubahan kepribadian tokoh Dilan. Bersama Ancika sebagai penutur kelanjutan cerita petualangan Dilan si anak geng motor berlanjut. Berbeda dari Milea. Ancika menjadi sosok mandiri, lebih dingin, dan terkesan tomboy. Dari cerita inilah ditampilkan bagaimana perubahan psikologis dan kedewasaan Dilan yang sudah kuliah menjadi lebih terlihat daripada di buku-buku sebelumnya (tentu karena masih SMA). Dilan menjadi sosok idaman satu paket cewek-cewek karena keunikannya, mudah membaur dan cair. Mana dia anak geng motor kuliah di ITB, beasiswa juga pula, kurang perfect apa lagi tuh? Tapi emang sih anak seni, filsafat, dan komunikasi bersatu apalagi punya kemampuan komedi yang cukup baik, itu menjadi sebuah senjata ampuh dalam menghadapi hidup. Di sini saya tidak membahas cerita di dalam bukunya. Tapi bagaimana kisah Dilan ini dibawa sebagai penutup dari buku se...

Ingatan Buku: Childfree and Happy (Victoria)

Ingatan Buku: Childfree and Happy Oleh Victoria Tunggono Di jagat maya sedang trend isu yang masih diperbincangkan pro kontranya di Indonesia. Apalagi di Twitter, banyak hilir mudik opini-opini tentang konsep hidup childfree atau childless. Kenapa bisa ramai diperbincangkan? Karena konsep hidup childfree berupaya untuk hidup sepanjang umur tanpa memiliki anak kandung. Seyogyanya fade kehidupan umum harusnya memiliki anak, tetapi childfree memiliki pendapat lain soal anak. Buku ini membuat saya mengenal lebih dalam secara personal konsep hidup childfree dari kacamata penulis. Uniknya penulis di sini sudah memiliki anak, meski dari pernikahan masa lalunya. Ia meyakini childfree ketika menikah lagi. Satu poin yang pertama saya dengar pertama kali tentang konsep hidup satu ini, Egois. Bagaimana seorang perempuan yang memiliki rahim tidak mau memiliki anak dengan banyak alasan yang menurut saya bisa ditolerir. Seperti, takut badannya berubah, takut anak-anak, malas mengurus anak...

Ingatan Filsafat: Sejarah (Hegel)

Ingatan Filsafat: Sejarah (Hegel) Oleh FF Sejarah dalam pandangan hegel ibarat sungai yang mengalir. Aliran sungainya adalah akal, dan airnya adalah roda zaman. Maka bentuk kebijaksanaan dan kebenaran itu beda-beda pada setiap generasi, jadi kita ga bisa hakimin sebuah hukum atau kebijaksanaan masa lalu. Kecuali hanya kita refleksikan ke dalam kebijaksanaan masa kini. Pada sejarah, tidak ada yang namanya kebenaran abadi. Kecuali kita mengalami roh dalam diri. Roh yang di maksud ialah, pemahaman bahwa kita merupakan bagian dari alam kemudian sadar kita juga memiliki diferensiasi terhadap alam (sekularisme). Beda lagi dengan "Roh dunia", ia adalah pemahaman-pemahaman umum dunia yang sedang berjalan di zaman tersebut. Menurut Hegel juga, dunia berjalan lurus menuju semakin logisnya manusia. Tapi menurut Nietzsche dunia ini adalah perputaran alur yang gitu-gitu aja. Kalo saya bisa simpulkan dunia bergerak layaknya Peer polanya. Dia melingkar-lingkar namun berjalan lur...