Skip to main content

Posts

Ngaji Filsafat: Semiotika (Charles Pierce)

Ngaji Filsafat: Semiotika (Charles Pierce) Oleh: FF Kebenaran menurut beliau sangat komplek di dunia ini. Tidak bisa dijeniskan pada induksi atau deduksi. Charles membuat kemungkinan Abduksi sebagai sebuah pilihan kebenaran yang pragmatis dan simplicity. Kebenaran pun terbagi dua transendental dan kompleks. Di mana transendental bersifat melekat pada obyek sedangkan complex melalui argumen2 yang nanti akan terbagi kembali. Seorang filsuf dalam tahapannya harus memiliki curiousity yang mendalam. Pada titik doubt ia akan terus bertanya dan mengelola kembali dengan rangkaian pikiriannya sendiri. Kalau sudah bertemu dengan ilmu yang dimaksud itu dinamakan moment of eureka. Seperti "Oalah gitu toh, ah iya akhirnya paham". Itu yang membuat ilmu menjadi lebih nikmat. Tentang semiotika ini akhirnya mempengaruhi dalam telaahnya soal pragmatisme kebenaran. Saya sebut di sini ada trikometri simbol. Qualisign, Sigsign, dan Legisign. Representamen, obyek dan intrepretan kurang lebih sama ...

Dunia yang tak sama

Pada malam ku letakkan segelas kata, Tiap bait-baitnya adalah sepoi nyiur di tepi muara, Saat rasaku tak kembali sama, begitu cepatnya dunia. Sedangku masih terpaku fana, Melihat dunia yang tak lagi sama, Aku kembali meratap pada setiap jejak-jejak kemarin, Tidak ada hal yang menetap, semua berlalu dalam sekejap, Pada saat ini aku masih saja terdiam, Oase diri harus mengembang, meski pasir hisap terus menelan, Apalah waktu kini hanya mengaburkan segala yang ada di depan? Sekarang hanyalah ambisi, dalam kepahitan kepengahan dada. 11.07.20

Burung yang telah pergi

Di atas kepalaku burung-burung berkicau sedangkan diriku menikmati bunyi siul burung berkicau. Pada suatu masa yang sama, burung-burung lekas terbang menuju matahari. Sedang ku tertinggal, masih memumut sisa-sisa kicau dalam gempulan memori. Masihkah cahaya memanggil burung-burung lainnya tuk segera kembali? 21-06-20

Ngaji Filsafat: Semiotika (Ferdinand De Saussure)

Ngaji Filsafat: Semiotika (Ferdinand De Saussure) Oleh: FF Masih dalam ingatan saya mencoba membaca buku ilmu semiotika pada semester awal yang terbilang pada zamannya bacaan berat, tapi rasa penasaran saya akan sebuah makna dalam setiap simbol sangat kencang. Yah, meskipun saya juga pada akhirnya gagal paham juga haha.. Tapi seiring berlalu yang namanya bacaan dan tugas kuliah yang selalu terus-terusan jadi sedikit paham. Ferdinand de Saussure menolak adanya pembahasan soal bahasa budaya dulu pada konteks sekarang. Sebab sudah tidak relevan dan kurang memberikan sumbangsih secara langsung pada budaya saat ini. Bahasa itu bersifat strukturalisme, sebab dalam bahasa itu sifatnya turun temurun, arbiter dan simbolis sesuai obyek realitanya.  Saya iuga baru menyadari bahwa semiotika itu juga ada beragam tipe sesuai dengan kondisi yang ada. Misalnya Semiotika deskriptif seperti layaknya lampu merah, simbol-simbol tersebut ada beserta arti untuk kebutuhan tata tertib lalu lintas. Kemudia...

Ingatan Filsafat: Insan Kamil 2 (Ibnu Arabi)

Ingatan Filsafat: Insan Kamil 2 (Ibnu Arabi) Oleh: FF Sekian lama WFH membuat banyak godaan untuk lanjut belajar dan membaca (pada dasarnya saya pemalas). Membahas tentang Insan Kamil namun ini merupakan versi Ibnu Arabi, saya juga tidak paham apa yang membuat ini terjadi perbedaan namun dengan filosofi yang sama pada Insan Kamil versi Iqbal. Oh iya ini versi lebih tuanya, sebab duluan ini daripada Iqbal. Perbedaan yang paling kentara ialah tentang eksistensialisme Ibnu Arabi yang memang kental akan kebebasan atas nafsu dan pelepasan atribut akan duniawi, sedangkan Iqbal seperti ingatan saya sebelumnya. Justru kebebasan atas dunia ini Insan Kamil harus mengurusi dunia juga, jadi imbang. Btw Iqbal juga terpengaruh oleh Nietzsche jadi kaya bersi Syariah.  Namun saya tidak akan membahas kenapa berbeda, justru menurut saya perbedaan ini yang menjadikan kaya. Lagi pula pada intinya itu sama. Insan Kamil di sini seperti manusia ialah sebagai khilafah, tahapan teratas dalam fa...

Ingatan Film: 7 Kogustaki Mucize (Miracle in cell no. 7)

Ingatan Film: 7 Kogustaki Mucize (Miracle in cell no. 7) Dir: Mehmet Ada Ă–ztekin Miracle in cell no.7 merupakan salah satu film korea tersedih sepanjang masa (menurut gw). Humanisme yang ditonjolkan dalam film versi Korea-nya begitu terlihat khas. Kesuksesan tersebut membuat beberapa negara mengadaptasi film tersebut ke beragam spektrum budaya lain yang khas. Di Indonesia sendiri film ini masih dalam tahap pengerjaan, mungkin tertunda gara-gara pandemi. Maka gw melihat terlebih dahulu versi Turki yang sudah tayang di Netflix. Mengambil premis yang sama dengan film asalnya yaitu seorang Ayah yang memiliki keistimewaan tersendiri. Ia memiliki anak yang menjadi poin kekentalan drama humanis. Gw selalu memiliki stereotip film Timur selalu berhubungan dengan cerita sedih keluarga dll, termasuk di film ini (ya pasti gw uda persiapkan diri kalo ini emang film sedih). Dari struktur penulisan skenario dari protasis sampai katartasis tidak memiliki hambatan. Memang di awal sedik...

Ingatan Filsafat: Raushan Fikr (Ali Shariati)

Ingatan Filsafat: Raushan Fikr (Ali Shariati) Oleh: FF Melanjutkan pembahasan tentang manusia ideal atau di Islam sebagai manusia sempurna disebut Khalifah. Pada proses menuju ke sana, kemarin sudah membahas tentang manusia insan kamil, sekarang ingatan masuk ke dalam pemikiran Ali Shariati yang sama kentalnya bernuansa eksistensialisme, yaitu Raushan Fikr. Pada dasarnya terdapat kesamaan-kesamaan pondasi berangkat dari manusia. Manusia ideal itu terdiri dari kebajikan, keindahan, dan kebenaran. Hal ini berkaitan tentang hubungan sikap manusia atas seni, etika, dan pengetahuan. Ini berdampak pada sudut pandang hidup manusia atas kesadarannya di mana kesadaran-kesadaran ini pondasinya berasal dari peradaban dan kebudayaan. Perbedaannya adalah Peradaban merupakan suatu perilaku, kebudayaan merupakan sebuah cara pandang masyarakat yang me-hegemoni. Kenapa menjadi dasar? Pola kita hidup bagaimana rasa sakit, senang, bahagia, sedih, kecewa muncul ada hubungan dengan intensitas r...