Skip to main content

Posts

Ingatan Filsafat: Thomas Aquinas (Keadilan)

Ingatan Filsafat: Thomas Aquinas (Keadilan) Oleh: FF Thomas Aquinas merupakan jendela awal dalam terbentuknya Reinasans di Barat. Summa Teologica dan (satu lagi lupa) virtue ethic kalo nda salah.  Dalam memahami keadilan menurut beliau haruslah memahami diri sendiri dulu. Kejatuhan manusia di Bumi merupakan skenario Allah. Manusia turun dibekali akal (rasio) Prudence, Justice, Tenperance, dan Fortitude. Dalam hal penting adalah moral itulah yang membuat Aquinas berpendapat manusia sejatinya makhluk baik. Sebenarnya ada hal lain yang kita butuhkan namun butuh pertolongan Allah dalam mencapai nya, yaitu faith, love dan hope (kebajikan). Bersikap adil itu merupakan tindakan terus menerus oleh subyek manusia dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini moral dan akal menjadi standar dalam melakukannya, oleh karena itu manusia adil adalah manusia yang bijak. Namun adil menurut beliau apa? Yaitu proposional, dan pas sesuai kehendak manusia itu sendiri. Meskipun adaj...

Ingatan Filsafat: John Rawls (Keadilan)

Ingatan Filsafat: John Rawls (Keadilan) Oleh: FF John Rawls merupakan filsuf kontemporer yang hidup melalui banyak tragedi salah satunya dia pernah menjadi tentara perang dunia ke 2 apalagi tentang pengeboman di Hiroshima. Dari sana ia mulai berpikir tentang keadilan dan pemikiran akan humanismenya. Keadilan bagi Rawls tidak bisa diperhatikan hanya dalam tujuannya saja seperti yang diungkapkan ultitarianisme tentang tinjauan tujuan akan keadilan bagi mayoritas orang (kebahagiaan). Rawls memiliki konsep keadilan haruslah ditinjau dari hak-hak manusianya. Keadilan bila ditinjau hanya dari tujuan saja maka prosedur nya bisa menjadi tidak adil. Konsep adil tersendiri dalam Rawls memiliki 3 tahapan, yaitu equality liberty equality distribution, dan equality opportunity. Negara jadi bagian vital dalam keadilan, selanjutnya masyarakatnya harus mau berubah. Karena keadilan juga pekerjaan semua orang. Dalam siasatnya keadilan dari Negara harus dilihat dari aspek haknya bukan tuju...

Ngaji Filsafat: Aristoteles (Keadilan)

Ngaji Filsafat: Aristoteles (Keadilan) Oleh: FF Mundur ketitik belakang setelah kemarin masuk ke pengantar keadilan. Setelah Plato, Aristoteles mengemukakan tentang keadilan baginya yang bernafaskan realisme. Ada hal unik dalam lukisan-lukisan Raphael atau mungkin pernah melihat bagaimana manusia telanjang yang satu menunjuk ke bawah dan satunya lagi ke atas, ternyata merefleksikan Plato dan Aristoteles itu sendiri. Plato menunjuk ke atas bagaimana nilai kebenaran mengarah dari atas (dunia ide) menuju bawah, sedangkan Aristoteles kebalikannya kebenaran bisa direfleksikan melalui realitas yang ada sekarang, misalnya kopi saat kita minum kopi itulah kopi dan menjadi sebuah pengetahuan, bagi Plato dalam dunia abstrak kopi suda terdaftar namun belum ke recall dari dunia pikiran (ide). Menariknya dalam konteks keadilan mereka bernafaskan yang sama (yaiylah satu guru satu murid). Keadilan berbasis kebahagiaan (eudonamis) bagi Aristoteles yang lebih praktikal keadilan itu ialah...

Peraduan Nestapa

Bila ini perjalanan akhir sang kereta memaknai artinya sebuah petualangan hidup. Bolehkah ini berakhir di matamu, di matamuu.. Jangan jauhkan cerita tentang ia yang tak mungkin jadi miliku milikku.. Kelak kan sama semua indah pada masanya masalahnya adalah tentang masa kita yang tak kunjung indah jua bila dibayangkan.. Merpati terbang, mengikut angin berhembus hingga ketelingamu ku terbuai lalu masuk ke matamu. Ah indahnya dunia fana menjadi peraduan nestapa, perih luka cinta rasa, sama-sama perjuangan bila.. Ku terduduk saja di gubung tua tengah hutan menanti hujan yang tak kunjung datang padahal ingin merasakan aroma-aroma kesejukan. Sekian ini cerita hanya untukmu sahaja, berhentilah menepi menunggu yang tak pernah kembali, Oh kekasih hati...

Ingatan Filsafat: Pengantar Keadilan

Ingatan Filsafat: Pengantar Keadilan Oleh: FF Seringkali saya mendengarkan kata adil/keadilan di setiap kesempatan ada cermah atau hal-hal yang menyangkut kemanusiaan. Namun pada hal keadilan itu apa sih? Sampai sekarang saya juga masih belum memahami sejatinya adil itu. Tapi untunglah ada pembahasan ini yang sedikit-dikit menerka apa itu adil, meskipun pembahasannya terlihat makin rumit. Keadilan itu berbasis pada equity, equality dan equivalensi. Sama rata, sama sesuai kewajaran, atau sama karena distribusinya? Memang keadilan tidak bisa dilihat rupanya. Mirip-mirip cinta, namun buah dari keadilan bisa dirasakan, yaitu harmoni dan cukup (perasaan nyaman). Ini identik dengan pembahasan sebelumnya yaitu kebebasan/damai. Menurut bapak Faiz, jalan menuju adil itu cinta, ya saya sependapat dengannya. Oh iya keadilan itu bisa dilihat dari retribusinya, distribusi, kompensatif, serta prosedural. Distribusi pada zaman sekarang paling sering dihighlight.  Sebab itu peng...

Ingatan Buku: Iblis Menggugat Tuhan

Ingatan Buku: Iblis Menggugat Tuhan Oleh: Shawni Mungkin akan banyak orang bertanya-tanya tentang judul buku ini yang keliatannya sedikit nakal. Ditambah dengan nama alias Shawni penulis dari luar  yang tidak tahu identitas aslinya. Apalagi dipakai rujukan Kutipan-kutipan Ayat Suci dari Islam, Nasrani Yahudi, malah ada Zoroaster. Meskipun begitu, setelah saya membaca dengan penuh rasa penasaran, ternyata tulisan ini begitu Islami dan bernuansa tasawuf nya. Walaupun menurut hemat saya membaca buku ini haruslah sudah dibekali bacaan lain di mana pondasi-pondasi keyakinan semakin jelas. Buku ini seperti cerita hikayat dalam nuansa cerita Nabi-nabi. Nabi yang sering dinotice dalam buku ini ialah Yusuf, Isa, Musa, dan Ibrahim, ada juga sih yang sedikit dinotice yaitu Samuel. Kisah di dalam buku ini secara garis besar tergambar pertemuan Buhairah dengan Iblis yang berkostum ala sufi darwis, kemudian cerita selanjutnya bercerita prekuel Kenabian Muhammad, yaitu Bagaimana Ab...

Ingatan Film Pendek: Tak Ada yang Gila di Kota Ini (2020)

Ingatan Film Pendek: Tak Ada yang Gila di Kota Ini (2020) Dir: Wregas Bhatuneja Sebelumnya terimakasih buat @gengnonton dan @narasi uda datengin film alternatif setelah banyak mengisi konten-konten film komersil. Sialnya menjadi tanggapan positif begitu melihat banyaknya penikmat film alternatif hingga ruangan terasa sempit. Mungkin kedepannya bisa dilanjutkan kembali agendanya, dan semoga ada pemutaran khusus buat teman-teman narasi juga yang selalu berada di belakang penonton lain (karena mereka tamu) hehehe..sakses.. Balik ke dunia imaji Wregas dengan perkenalan dua film dalam pemutaran tersebut, Prenjak dan Tak Ada yang Gila di Kota ini. Namun sayang daku hanya bisa menikmati pada sesi film ke dua.  Film tersebut merupakan alih wahana/ekranisasi dari cerpen Eka Kurniawan. Saduran cerdik terlihat bagaimana Wregas meng-intrepretasikan karya Eka menjadi sajian lain di mana itu masuk ke dunia Wregas itu sendiri, dari mulai bahasa, lokasi dan penerjemahan visual. ...