Skip to main content

Posts

Ingatan Buku: The Art of Living (To Be)

Ingatan Buku: The Art of Living (To Be) Oleh: Eric Fromm Hidup antara memiliki dan menjadi, Menjadi kelanjutan dalam memahami eksistensi psikologi pasca freud. Fromm lagi-lagi menjadi penyegar bagi saya saat sebelumnya membahas filsafat cinta dan matriarki. Apa sih hidup memiliki dan menjadi itu? Jujur, kebanyakan manusia mengalami alineasi usai ia beranjak dari sekolah, bisa di mulai akhir kuliah dan masuk fase bekerja dalam dunia industri. Begitupun akhir-akhir ini yang saya rasakan. Bagaimana manusia mulai bosan, sepi dan tiada gairah dalam melakukan apapun kecuali menjadi instrumen pekerjaannya. Melawan akhir pekan adalah pekerjaan menunggu untuk bekerja yang di dalamnya berisi konsumsi-konsumsi dengan dalih kebahagiaan dan kesenangan diri. Bertemu teman pun hanya menjadi upaya perayaan kesepian bersama itu pun hanya kamuflase. Alih-alih berkumpul, malah bermain gawai masing-masing. Ya, kita sudah hidup di fase 4.0 di mana kemajuan industri begitu pesat, sebuah per...

Ingatan Filsafat: Kebebasan (John Stuart Mill)

Ingatan Filsafat: Kebebasan (John Stuart Mill) Oleh: FF Hidup seorang Mill menganut kebebasan liberty di dalam determinasi-determinasi. Kebebasan pokoknya pada visi hidup eudaimonisme dan ultitarianisme. Kebebasan merupakan dalam salah satu cara kebahagiaan hidup, apa yang membuat kuta bebas itu menuju kebenaran dan kebahagiaan. Maka dari itu ada hak-hak individu untuk menemukan kebebasan=kebahagiaan individu. Pemikiran ini mula-mula hadir dari terlepasnya sebuah pemikiran konservatif sosial zaman dulu di mana manusia tidak berdiri sebagai diri sendiri namun merupakan bagian dalam sebuah masyarakat, prinsip tersebut dipakai pada zaman feodal. Semakin modern manusia harus sadar bahwa ia berdiri sendiri dalam menentukan kebebasan=kebahagiaan. Jadi menurut mill manusia yang meningkatkan kebebasan adalah ia yang terus melakukan aktivitas yang memiliki tingkat kenikmatan individual yang bertambah. Hadirnya negara harus menjaga kebebasan individu-individu masyarakat di dalamny...

Ingatan Filsafat: Hypatia (Helenisme Terakhir)

Ingatan Filsafat: Hypatia (Helenisme Terakhir) Oleh: FF Hypatia merupakan salah satu sedikitnya filsuf perempuan di zaman romawi (pagan dan yunani). Beliau juga seorang martir pada zamannya di mana ia akhirnya tewas akibat hukuman pemerintah, diarak, mutilasi dan sebagainya melalui ajaran filsafatnya. Pemikiran beliau berorientasi neo-platonisme yang beraliran helenisme. Beliau katanya filsuf terakhir dari aliran helenisme. Neo-platonisme pun katanya ada cabang juga Illuminasi, helenisme, transendentalisme dsb. Helenisme lahir saat budaya yunani mengoobalisasi dunia, dan juga romawi. Oleh karena itu ajarannya hadir di barat dan timur (Mesopotamia, mesir, dan afrika).  Singkatnya aliran neo-platonisme meyakini bahwa dunia merupakan limpahan the one, to hand, tuhan. Pemikiran ini yang coba dipakai oleh pemikir Islam macam Arabi, Ibnu Sina, dll dalam menjelaskan teori iluminasi dan emanasi. Tapi bagi neo-platonisme akal itu lahir dari 3 urutan utama akal noun, nous, d...

Ingatan Buku: Dunia Cinta Filosofis Kahlil Gibran

Ingatan Buku: Dunia Cinta Filosofis Kahlil Gibran Oleh: Fahrudin Faiz Hari ini saya putuskan untuk menyelesaikan dan mencoba mengingat apa yang saya suka dari buku ini setelah tiga kali mengulang membacanya. Hasilnya? Saya suka semua tulisan di dalam sini, tulisan yang begitu efektif dan mudah dicerna meskipun pada akhirnya begitu banyak poin-poin yang akhirnya harus dipahami, karena saking banyak yang mudah dicerna. Tapi ya saya memutuskan untuk mengingat kembali sebelum menjadi ingatan lewat. Bagi Gibran, esensi hidup ialah cinta, eksistensi itu cinta. Karena cinta adalah bagian di dalam diri Tuhan. Bagi Otto, cinta mengawali dengan perasaan numinous (teralieniasi) kemudian diiringi rasa fascinate (pesona menggetarkan) disitu akhirnya kita bisa merasakan pesona keindahan individu yang tidak bisa dipahami oleh orang lain, di situlah Allah menunjukkan sedikit tanda sikap kehadirannya pada manusia, hanya manusianya saja bagaimana menyikapinya. Bagi kedokteran, cinta it...

Ingatan Film: Flavors of Youth (Anime)

Ingatan Film: Flavors of Youth (Anime) Dir: Li Haoling, Jiaoshou Yi Xiaoxing, Yoshitaka Takeuchi Film ini merupakan sebuah harta karun bagi pecinta karya Makoto Shinkai. Sebab apa? Film ini merupakan "anak tiri" dari karya mirip Makoto Shinkai. Flavor of Youth saya temukan di media streaming Netflix (ceria sekali). Mari simak apa yang saya dapatkan di dalam film ini.. Flavor of Youth ternyata keluaran tahun 2018 sudah 2 tahun ternyata terhitung dari sekarang (kemana aja saya?). Memiliki 3 cerita di dalamnya (mungkin ada hubungannya dari 3 sutradara tersebut?) yang sama-sama menceritakan kisah anak muda dan memori-memori nya. Secara garis-garis gambar film ini tok mirip karya Makoto apalagi dari pencahayaan nya. Flavor of Youth merepresentasikan bagaimana sebuah rasa masa depan (kini) adalah bias dari masa lalu maksudnya masa kini hadir atas perpanjangan masa lalu (kisah-kisah, semangat, dan pelarian). Film ini pure drama romansa dan kehidupan di masa dewasa. Dig...

Ingatan Buku: Kelakuan Orang Kaya

Ingatan Buku: Kelakuan Orang Kaya Oleh: Puthut Ea Yey buku pertama tahun 2020, Buku ini sebenarnya sudah saya lirik sejak lama tapi baru awal tahun ini kesampaian baca buku beliau. Buku ini berisi sekumpulan cerpen yang cerdik, lihai, lucu, dan ironi. Cukup seminggu saya digelitiki oleh tiap ceritanya, tulisannya begitu padat ringkas dan mudah dipahami. Hal yang lebih mengenakannya buku ini benar-benar menampar diri saya sebagai manusia. Secara penuh buku ini berisi tentang kontrmplasi diri atas memandang sesuatu di luar diri kita, berpikir filosofis dan menarik kita untuk melihat definisi bijak secara sederhana. Terimakasih.

Ingatan Filsafat: Al-Hallaj (Martir)

Ingatan Filsafat: Al-Hallaj (Martir) Oleh: FF - Al Hallaj hidup di tengah-tengah kemakmuran sufi alias cahaya sufi sedanf terang-terangnya. Sekilas yang saya tahu tentang Al-Hallaj ialah dianggap kafir pada zamannya karena mengaku Allah. Ucapan yang terkenal dari beliau ialah "Ana Al-Haq". Kemudian siksaan terhadap beliau juga sama terkenalnya sampai sekarang. Singkat cerita, Al-Hallaj sebutan karena orang tua beliau adalah tukang kain. Puncak kesufiannya berada saat beliau naik haji ketiga kalinya, selama pergi haji pun beliau tidak pergi kemana-mana hanya di madinah. Beliau juga memiliki berbagai karomah, pernah saat dipenjara sebelum eksekusi dapat membebaskan berbagai tahanan dengan mudah. Meskipun beliau dipenjara banyak orang menghormati nya, pernah beliau 2x hilang, yang pertama tidak ada di sel dan kedua dia dan selnya hilang. Penjaganya pun tidak mengunci penjara sebagai tanda penghormatan, padahal Al-Hallaj bisa saja pergi sekenanya, namun beliau teta...