Skip to main content

Posts

Ingatan Buku: Sepasang Kekasih yang belum Bertemu

Ingatan Buku: Sepasang Kekasih yang belum Bertemu Oleh Boy Candra Menjelajahi wisata bacaan ke fiksi aliran pop romantik bertemu dengan Boy Candra. Jujur, nama dia saya kenal bukan karena di medsos. Tapi karena keseringan melihat namanya di gramedia. Sehingga nama penulis tersebut sangat mudah dikenali oleh calon pembaca.  Akhirnya kesampaian bisa baca buku salah satu garapan beliau. Menurut saya, bagi yang suka dengan kisah romantis di layar kaca baik film atau sinetron dan kepingin suka baca buku. Boy Candra menjadi ramuan apik untuk pemula pembaca. Bahasanya yang begitu semi puitik tapi bernada pop, sehingga pembaca pemula lebih mudah bermain dengan imajinasi. Apalagi menurut saya Boy Candra ini pintar dalam memilih kata-kata agar mudah divisualisasikan. Kalau dari segi cerita sih, jujur ini sinetron atau film romantis Indonesia zaman kini banget deh. Standar, selama baca awal akhir tiap sequence cerita tidak ada memorable bagi saya. Karena memang isi ceritanya kisah...

Ingatan Film: The Batman (2022)

Ingatan Film: The Batman (2022) Dir. Matt Reeves Sudah lama saya tidak membahas ingatan film seperti terdahulu. Saya mesti harus menulis pengalaman menonton ini agar menjadi start awal lagi memulai tulisan kembali. The Batman harus membuat film standalone ini tanpa harus menghubungkan dari DC universe lainnya. Dari menit pertama sampai akhir kita dibuat penasaran bagaimana banyak teka-teki yang dihadapi oleh Batman. Ia masih awal menjadi Batman jadi masih penuh dendam dan mencari jati diri.  Hal yang paling menonjol film ini terdapat pada Sinematografi dan Music Score nya. Atmosfir yang dibangun begitu sangat teatrikal dan dramatik. Jadi ga heran, selama 3 jam hampir mendengar "musik" dalam setiap scenenya. Sehingga penonton dipaksa harus terus tune in dengan tangga dramatiknya, tidak diberi nafas, kemudian semakin dibuat penasaran dengan teka-teki yang dibawa The Riddler. Hal menarik dalam cerita di sini adalah, The Batman ini lebih menekankan genre detektifnya. ...

Ingatan Buku: Yatuhan 2 dan 3

Ingatan Buku: Yatuhan 2 dan 3 Oleh adityayoga & zinnia Melanjutkan bacaan buku di @bacakuy, Puisi yang berisi doa-doa remeh kemudian penulis menggambarkan bahwa Tuhan mendengar doa-doa remeh dan sekecil apapun. Kita paham doa bukan pengabul tapi petaqwa diri. Sebab semua apa yang kita pinta telah ada di lauhul mahfudz. Nah, penulis di sini seperti di buku sebelumnya menggambarkan metafora dalam bahasa sehari-hari. Berbeda dengan satu buku di awal. Konsep buku tiga seri tersebut bernuansa tematik. Buku kedua bertema Jakarta, dan buku ketiga bertema teknologi. Salah satu yang ingin saya upas puisi yanh berisi ponsel dicharge tidak isi-isi. Ini menggambarkan bahwa kehidupan manusia sudah pada taraf kegamangan realitas. Dunia maya sudah menjadi dunia realitas kita, daripada realita nyata itu sendiri. Handphone yang tidak terisi daya menunjukkan bahwa hapenya selalu on terus, meski dicharge. Kita sudah maniak, melunturkan kemanusiaan kita sendiri menjadi segeromb...

Ingatan Buku: YaTuhan, lapar, gosong, doa.

Ingatan Buku: YaTuhan, lapar, gosong, doa. Oleh: adityoga & zhunia Sebelumnya terimakasih kepada @bacakuy_cafeandbooks telah memberikan wadah bacaan dan cafe di tengah-tengah gurun kab.Tangerang dalam hobi baca buku. Komunitas idealis nan santai di tengah terpaan surga materialisme, industrialisasi, dan hedonisme kab. Tangerang. Oh iya, saya coba balik lagi. Buku dengan bacaan dengan judul agak nyeleneh ini membuat saya sedikit tergelitik dan penasaran akan isinya. Bagaimana mungkin sebuah doa bisa menjadi puisi sederhana dengan sarat nilai interpretasi yang tinggi? Ya ini bukunya. Menggunakan bahasa yang sederhana layaknya kita berdoa setiap malam (kalau kita berdoa, dengan tulus ya!). Mengisi kekosongan dan teguran kecil tapi agak menusuk terhadap saya. Menggunakan bahasa sederhana, namun bisa dibedah layaknya puisi metafora. Seperti memakai komparasi air kobokan pecel lele dan air infus, membuat saya memikirkan bahwa sekiranya kita tidak benar-benar berbeda kelas, ta...

Ingatan Buku: Samudra Rubaiyat

Ingatan Buku: Samudra Rubaiyat Oleh Jalaludin Rumi Buku ini adalah buku terakhir yang saya baca dari seri Jalaludin Rumi. Ketiga buku ini merupakan buku puisi, prosa atau nasihat-nasihat. Perbedaan dari buku ini adalah kumpulan puisi ini bertema puisi klasik dengan konsep aabc. Tentu dengan sebutan yang sama Rumi sebagai penyair muslim dan Persia. Perbedaan pada puisi-puisi sebelumnya, tulisan dari buku ini lebih menekankan dirinya dengan kecintaan ataupun kerinduan pada Allah. Jujur, dari buku sebelumnya yang saya baca. Buku ini banyak tulisannya yang lebih menarik minat saya. Penggunaan penyatuan akan Tuhan dan diliputi kerinduan yang besar menambah nilai afeksi saya sebagai pembaca. Dari sini berakhir pula edisi membaca Jalaludin Rumi. Terima kasih.

Menuju Matamu

Aku ingin mengudara bersamamu, Menjadi sebelah sayap yang mengepak di antara hembusan angin. Percayalah—aku ingin melaju, Menuju matahari yang kau tuju. Kita sama: Namun ranum cinta di benak ini Telah pekat—gelap—menyergap. Tapi ku lebur segala resah, Sebab mata cintamu meluruhkan gelisah. Untuk kesekian kalinya, Pinjamkanlah tatapanmu, Agar jiwaku terbang sekali saja—bersama langkahmu. 02.02.22

Ingatan Buku: Semesta Matsnawi (Rumi)

Ingatan Buku: Semesta Matsnawi (Rumi) Oleh Jalaludin Rumi Buku ketiga dari Rumi sudah selesai, masih berkutat tentang kumpulan tulisan Sufi dari Persia ini. Bahasa yang sangat dekat dengan dunia sufistik dan romantik. Berbeda dari buku sebelumnya yang saya baca. Karya ini di klaim oleh dua pihak yaitu orang Persia dan Muslim. Jadi dua titel Rumi atas buku Semesta Matsnawi dikenal sebagai Penyair Persia dan Muslim. Jika buku sebelumnya membahas tentang puisi kecintaan dan kerinduan akan gurunya melalui puisi-puisi mistik dan romantik. Pada buku ini berisi petuah, prosa, dan puisi akan kehidupan, Tuhan dan manusia. Bahasa yang digunakan pun berisi quote-able sehingga juga ciamik dipasang di story2 media sosial hehe.. Mestinya harus di resapi dan di praktikkan ya, jangan cuma jadi ajang pamer. Saya suka dengan buku ini karena penggunaan kalimat dengan gaya personifikasi, surealis dan metafor. Sehingga selain dapat menyampaikan melalui teks namun jiwa dari tulisan mampu dirasa...