Skip to main content

Posts

Ingatan Buku: Lingkaran Kecil

Ingatan Buku: Lingkaran Kecil Oleh Rifaldi Satu satunya pekerjaan yang membuat kita abadi itu menulis. Hal ini dilakukan oleh kawan saya bersama anak tulisannya yang berjudul Lingkaran Kecil.  Sepanjang membaca buku ini layaknya melihat jejak refleksi perjalanan seorang Nala, dalam memahami kehidupan dan waktu. Percayalah setiap waktu adalah pengalaman pertama bagi manusia. Oleh karena itu waktu semacam kabut yang selalu kita raba agar berada dipijakan yang tepat. Dunia refleksi Nala di umur 27an tidak seperti bayangan 7 atau 10 tahun lalu.  Umur 27 harusnya sudah begini, begitu, paham itu paham ini. Tapi Nala harus merasakan pemahaman arti sebuah lingkaran pertemanan di umurnya saat itu. Tentang bagaimana bersosial, harus apa yang dilakukan. Di dalam tulisan ini akhirnya menggambarkan sebuah resonasi refleksi kembali pada diri sendiri, dengan menebas imaji berkelana ke tempat yang jauh dan terasing. Di sana pada akhirnya Nala mengambil kesimpulan pada ...
Recent posts

Ingatan Buku: Satu Jam Sebelum Hari Berganti

Ingatan Buku: Satu Jam Sebelum Hari Berganti Oleh: Ifaldy Tulisan ini mengiringi ucapan selamat kepada kawan saya @ipaldy atas pecah telur melahirkan anak ingatannya, yaitu Buku. Buku pertama ini menjadi nuansa refleksi diri betapa lamanya saya tidak membaca buku. Makin berkurang, mungkin kena brain root!! Bodoo euy~ Oke, skip. Buku ini menjadi semacam kliping hidup seorang Faldy dalam memandang dunia sekitarnya. Tidak perlu harus sampai menngernyitkan dahi dalam membacanya, karena tulisannya terasa ringan. Membawa kita dalam pandangan Faldy di dunianya. Buku ini cocok jadi teman di perjalanan atau duduk manja sambil nyemil pisang goreng.  Cerita ringan ini membawa saya pada pandangan jejak hidup seseorang. Bahwasannya manusia dalam menghadapi fase hidup-entah tolak ukur standar sosmed atau sekaliber teori psikologi yang trendy-semua orang pemula. Kita sama-sama belajar menjadi manusia, dan seharusnya manusia lakukan pada norma-norma sosial pada umur yang semakin dikeru...

Ingatan Buku: Psikologi Uang (Housel)

Ingatan Buku: Psikologi Uang (Saduran FF) Oleh: Morgan Housel Di dunia ini penggerak kehidupan aktivitas msnusia tak lepas dari uang. Uang menjadi pondasi segala lini kehidupan bahkan sampai sela sela kehidupan rumah tangga. Uang mungkin menjadi "Agama" baru pada dunia post-mo ini. Uang bisa menjadi nilai kelas pada manusia-manusia, bisa sebagai kadar menilai pria dan wanita. Sangat sensitif, bisa merubah perilaku, bisa mempengaruhi kondisi hati. Tapi perihal mengelola uang? Beda lagi. Mau secerdas apapun teori tentang mengelola uang, tidak ada hubungan dengan perilaku mengelolanya. Zaman sekarang kepintaran tidak bisa dinilai akan kebajikan alias tingkah laku manusia. Ngelmu iku kelakone kanthi laku, kalau kata filosofi Jawa, di mana ilmu seharusnya diirungi dengan perilakunya. Namun, kini mencari ilmu harus melesat tahu tanpa harus mengilhami. Ekonomi industri menjadi medan pacunya. Jadi teori dan konsep ideap tentang kelola uang akibat perilaku jadi tidak bisa ...

Bagaimana Jika?

"BAGAIMANA JIKA?" Dari sekian banyak kata, istilah, dan elemen yang membentuk kalimat, makna, rasa, emosi, serta menjadi penghubung dari satu semesta (diri) ke semesta lain. Mungkin aku tak bisa merangkai kalimat yang lebih baik dari apa yang sedang terpikirkan, tapi kuharap kamu mengerti. Ada satu kata magis, menjelma udara malam yang menemani banyak aktivitas dengan tatapan kosong: termenung. Frasa ini menyelinap tanpa permisi ke setiap khayal, lalu membiarkan kita membangun berbagai skenario di dalamnya. Frasa "Bagaimana Jika?" selalu banyak kuterakan dalam pola komunikasi dan khayalku, seolah menggantikan tubuh ini melayang di antara jutaan bintang-bintang. Bagi orang kota, "Bagaimana Jika?" adalah sihir pengusir waktu—saat di dalam kereta, atau sekadar menuntaskan hajat di kamar mandi. Bagi para peneliti, frasa ini menjadi kelinci percobaan dalam menemukan tabir dunia yang belum terungkap, yang kemudian mereka abadikan dalam nama penemuan-...

Jalan Ruang Cinta

Di sela malam bergelombang rindu, Bolehkah gelap menyisir sisa-sisa cahaya? Kembali memeluk hangat dalam peluk-Mu, Bersukacita dalam air mata bahagia. Menjadi udara yang dihirup, Menyelami kerinduan tanpa batas, Menghidupkan yang mati—pada hidup yang tak hidup, Berada dalam cinta tanpa ujung. 02.05.25

Jarak?

Apakah artinya dari rasa-rasa? Jika tak ada nama-nama mu yang mengekal. Apakah artinya sebuah rindu? Jika tak kenal dengan jarak. Tak merasa bila sayap ini terus kembali ke langit. Semakin tinggi, terbang pergi namun pulang. Perjalanan di antara setiap langkah, Setiap arti rindu menjadi rapal doa. Sedang kau berada dalam tubuh, angin malam, lampu taman, atau gesek roda kereta menuju kepulangan.  Lalu, apakah itu jarak? 30-04-24

Ingatan Filsafat: Hafiz Razhi - Cinta Ilahiah

Ingatan Filsafat: Hafiz Razhi - Cinta Ilahiah Oleh FF Cinta ilahiah sangat berpengaruh dalam menjalani dan memandang kehidupan manusia. Sejatinya manusia lahir dengan membawa cinta murni. Cinta Tuhan kepada manusia disimbolkan dari air susu Ibu. Kehidupan yang semakin dewasa mengotorinya, sebab kebaikan selalu hadir saat manusia lahir.  Manusia dalam memandang hidup idealnya berpegang teguh pada cinta. Karena dalam cinta kita memandang kehidupan selalu punya arti dan positif. Tanpa cinta dalam hidup, kita hanya memandang kehidupan selalu penuh kecurigaan, menganggap adanya soudzon atas apa yang terjadi pada diri kita. Bukankah melelahkan? Apalagi jika dipandang hidup ini terlalu singkat. Perjalanan hidup kita lahir dari satu tragedi ke tragedi lainnya berdasarkan jenjang umur. Cinta tidak bisa ditunggu harus kita pahami dan wujudkan sendiri. Lagipula memandang cinta dalam logika merupakan wujud yang sia-sia. Karena cinta tidak bermuara di sana, ia ada dalam titik terlem...