Skip to main content

Posts

Letihkah, Adinda?

Apakah Malam ini begitu sendu? Letih kau kah Adinda? Pejaman matamu teduh, Apakah daku bisa sebentar saja merebahkan mu di sebuah pelantaran paling sunyi? Ku selimuti dirimu yang risau akan hari ini, Resah ku pun begitu, yang tak tahu debur dada ini untuk siapa, Sepotong kata hai menusuk ku.. Peraduan nasib begitu pilu adinda, Mari ke sini, Nikmati sisa senja malam ini.. Aku mau, kau untuk sebentar sama-sama meramu rindu untukku, Untuk sekali, hari ini saja.. 31-10-18

Hanya Kata

Sebab kita hanyalah kumpulan kata yang tersusun menjadi makna. Kini rupa hanyalah fana. Yang ada, episode lalu tentang rasa.. 28.10.18

Aku kamu

Akhirnya pengah di dada tak pernah usai, Bagian jemariku tak bisa mengecup dan mengucap kata, Ah, seandainya kau bisa terlihat dan tersentuh, Seandainya, selalu kemustahilan itu menguap dalam imaji rasa, Perihal kau, kepalsuan hati dan ego membuat ku mati, Oh jasad, ku telah mati nisanmu bernafas, Kekasih, kau selalu hilang dalam mataku, senyap dalam udara, Di liang ini hanya terpejam untuk melihatmu, memandangmu dalam ekspetasi rasaku nan kerlap kerlip, Di dalamnya aku kecup dirimu dalam-dalam, bukan bibirmu namun tepat jiwamu, Biarkan ku tenggelam di dalam sana, patah hati, jatuh hati, dan tersiksa dirimu, Dan aku hilang, hilang, menjadi dirimu 09-Okt-18

Hidup di Mimpimu

Aku menatapmu dalam diam, Pada pandang mata yang ku sukai, Memulai resah sedari dulu, Aku berharap.. Rencana aku mencintaimu tidak sia-sia, Sebab segala urusanmu adalah beban panggul dalam dada, Jika, suatu saat semesta mengutukku, Dan, sepertinya aku akan dikutuk.. Hal yang tarsemai dalam mimpi mulai membias, Aku ingin hidup di mimpimu, seperti engkau.. Telah berkasih di dalam renungku, kekasih. 5 Sept 18

Tanah Orang

Pada akhirnya yang berkumpul menjadi debur, terisak dan berbuih, Menjadi basah dan kering di tanah orang

Sekumpulan Abstraksi Tentang Cinta

Ini merupakan abstraksi pengertian saya tentang cinta yang sengaja saya rekam di blog ini sebagai pengingat saya sendiri, dan ini merupakan bekas chatingan dengan teman-teman saya di group chatting. Bicara soal cinta emang cukup rumit, kayak orang mendefinisikan hantu. Islam dalam memandang cinta itu sebaga Hub, Muhabbah (Cinta mendalam kepada Allah). Aku juga tidak bisa mendefinisikan cinta tahap Muhabbah. Mungkin bisa tanya para Sufi, karena saya masih merasa masih belum sampai situ. Kaum Sufi rata2 menyebut kaum kita itu Muslim Hayawani (Ibadah yang secara termologisnya hanya sebatas surga dan neraka). Pada dasarnya manusia itu memiliki hasrat memiliki hidup yang sempurna. Sempurna dalam arti dinamis bukan statis. Bagaimana menjemput kesempurnaan? Manusia menghindar dari hal-hal yang merugikan dirinya dan berharap mendapatkan suatu nilai yang bisa membuat dia merasa nikmat. Jadi dalam tahap ini manusia membutuhkan kenikmatan untuk mencapai kesempurnaan. Cinta menjadi idio...

[M]anus[sia]

Terlahir kita digaris surga rintihan Ibu, Segumpal daging dan pancaran purnama di wajah, Merengek tangis tanda alam darinya yang belum tersentuh dosa, Kini telah menua, menjadi dewasa, lapar..lapar.. Lapar kenikmatan surga dari dunia yang fana, Makan bukan tentang nasi, Lapar bukan tentang perut, Hanya ingin, Tidak lain, Demi nadi yanh nyata, mulut yang cemerlang, pandang beribu mata dalam genggam, Biarkan tetap menua, Inilah nasib menjadi manusia, Tuntunlah selama kalbu mencoba teduh atas kehadiran-Nya. 01-08-18