Skip to main content

Posts

Pagi menjamu subuh

Pada pagi menjamu subuh, Diantara lentera lentera benalu, Sudahkah berserah kasih,hingga bersujud?, Kehendak ingin berucap,dari keratapan Berseloroh,bernyanyi, hingga menggumam dengan risaumu, Pada akhirnya kelak,laut tiada mengada Tapi hanya mengikuti ombak yang ada, Untuk mengetahui, jika ilmu adalah sanubari jiwa..

Tuan Puteri Gumuk Pasir

Gumuk pasir di pesisir Yogya, Butir-butir kristal memercahkan purnama baru, Tuan Puteri bermahkota awan kelambu, Masihkah dia teruntuk senja? Buih biru beracu-padu dalam senangnya bercinta, Percikan refleksi mentari bercerita tentangnya, Angin, Awan Sayup-sayup bernyanyi diorama-diorama Tuan Puteri Puteri masih berdiri. Kata tuan tak mampu membisikkan arti, Puteri gumuk pasir, Berpuisi demi cinta kasih, dalam rindu kata Tuan bertepi 08.03.16

Manusia Rindu akan Tuhannya

Risalah-risalah pagi bercerita tentang doa, Tentang aku dan Tuhanku Yang Maha Esa, Manusia pemikul dosa, Merundung pilu mohon ampun, Atas nama cinta seorang keledai, Yang bersimpuh luruh dihadap-Nya, Doa atas rindu pada-Nya, Akan ketakutan hatiku yang gelap menghitam, Memohon dari rindu padamu, Tuhan tak pernah hilang dan mengumpat , Hati manusia tempat singgah, Kedelai menjadi elang, Siap terbang menyentuh langit, Manusia takkan pernah mati, Sebelum tobatnya diterima oleh-Nya, Nama cinta manusia rindu akan Tuhannya.

Gempita Nada Malam

Gema tanpa syair berkumandang syahdu, Gelombang nada cinta nusantara tentang arti rindu, Suara harmoni dihadapkan pada nyanyian rembulan, Mereka, Resonasi pancaran duniaku yang hilang, Teriaklah! Berkibarlah! Ku hirup kau dalam masaku, Kasih,mari berdansa padaku malam ini, Tentang indahnya melodi, Suara malam bertabur benih, Benih cinta dari langit malam. 10.03.16

Abstrak

Ketika pagi kau berkelana senang, Adakah angin riuh bertiup kencang? Pujaan kau merajam dalam gelap malam, Sepi ini tetap sepi, Namun diam ini memiliki arti.. Ramai kau sebut, Tak seramai ketika kau menjadi anai-anai kemarin suntuk, Kata cinta yang kau sebut, Tak secinta Tuhanku pada diriku.. Embun pagi mengharumkan sari dari rindu yang pilu, Pagi ini merpati putih tetap mengepakkan sayapnya, Dan syair ini, Tetap berdengung selama nafas ku hirup, Mengisi nafas yang menyesakkan. 17.02.16

Stories about Rainbow in the Night : Another Story

Ruang kost bersuara teduh karena suara sawah di malam hari mengisi pekat dalam ruang. Tidak heran, karena kamar tersebut dekat sekali dengan sawah, sesekali mampu merelaksasi bagi siapapun yang mendengar suaranya yang begitu alami. Kamar-kamar kost yang memanjang memberikan karakteristik tersendiri bagi dusun kampung tersebut. Salah satu kamar kelambunya terbuka, kamar tersebut berwarna cat biru sedikit kusam menandakan suasana bersahabat bagi orang yang tinggal di dalamnya. Tapi suasana tersebut berbanding terbalik dengan penghuninya. Laki-laki yang sedang sibuk berdansa dengan jemarinya di atas keyboard laptop dengan cekatan. Terlihat sibuk sekali, namun sesekali tiap ketikannya di hapus. Dia tidak seirama dengan suasana malam itu. Dilanda keresahan karena kesulitan menemukan akhir dari bukunya. Meskipun suara lagu instrumental melantunkan merdu musik. Masih saja, dia masih sulit mengambil kesulitan dari tulisannya.  Setya, laki-laki berbaju oran...

Rendi Story (Terbisik 6)

Sore itu terlihat cerah namun hal itu tidak secerah perasaan Rendi. Rendi masih penasaran kenapa Tody bisa tahu tentang kejadian tempo hari. Tody masih memancarkan senyuman misterius. Membuat Rendi semakin bertanya-tanya. “Kau penasaran Ren? Haha, itulah gunanya sahabat Ren, Aku ini bisa tahu keadaanmu dari wajahmu yang culun itu” Tody mendengus dan membuyarkan wajah heran Rendi. “Aku tahu dari Caca Ren. Tapi intinya kau harus semangat lagi lah Ren!!” Tody terus menerus menghibur Rendi, meskipun Tody tahu tidak mudah untuk menghibur temannya itu. Rendi memancarkan sedikit senyumnya. Ada sesuatu yang didapat Rendi pada omongannya. Hari itu senja berakhir dengan hikmat. Keesokan harinya Rendi mulai berangkat kuliah bersama Tody. Jalan yang dulu harus ia putar untuk menemui Monika, sekarang tidak dilewatinya lagi. Rendi memilih jalur cepat menuju kampusnya bersama Tody. Aktivitas itu berangsur rutin beberapa hari ke depan. Semenjak itu, Monika berangkat kuli...